Ilmu dan Ibadah, Dua Sahabat yang Tak Terpisah

Khazanahalquran.com – Kembali kita bertemu untuk bersama-sama menikmati sarapan Al-Qur’an dari kalam suci ilahi. Dan kali ini kita akan mengkaji satu ayat yang menarik, yaitu dalam Firman Allah swt,

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاء اللَّيْلِ سَاجِداً وَقَائِماً يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya? Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran. (QS.az-Zumar:9)

 

Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah :

1. Waktu malam adalah waktu yang paling afdhol untuk beribadah. beribadah pada waktu malam..”

2. Tanda seorang yang berilmu adalah penghambaannya kepada Allah swt. Seorang yang bangun dimalam hari untuk beribadah dan mengingat akhirat serta mengharapkan rahmat Allah swt, dialah orang berilmu yang sebenarnya. Karena ilmu dan ibadah adalah dua hal yang tak terpisahkan. “beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri.. Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui…”

3. Ibadah yang memiliki nilai adalah ibadah yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Allah Menyebut kata (سَاجِداً وَقَائِماً) dengan sujud dan berdiri, dengan menggunakan bentuk isim fail yang menunjukkan arti “terus menerus” atau dalam istilah lain disebut “istiqomah”.

4. Rasa takut dan harapan adalah dua sayap bagi mereka yang ingin berjalan menuju Allah swt. karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya…”

5. Rasa takut itu timbul karena dosa yang kita lakukan di dunia. Sementara harapan itu muncul karena anugerah dan rahmat Allah yang begitu luas. “karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhan-nya…”

6. Salah satu metode pendidikan yang baik adalah dengan metode perbandingan. Seperti Allah Membandingkan antara “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran manusia.

7. Pasrah dalam menghamba kepada Allah adalah tanda bagi orang-orang yang memiliki akal sehat. Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah dalam beribadah kepada Allah swt.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 143 pelanggan lain