Empat Perisai Untuk Menghadapi “Zaman Now” !

Empat Perisai Untuk Menghadapi “Zaman Now” !

khazanahalquran.com – Ditengah hiruk pikuk perdebatan yang tak berujung. Badai informasi yang simpang siur. Ombak fitnah yang tak pernah surut. Dan putusnya satu demi satu ikatan kekerabatan, hubungan persaudaraan dan jalinan pertemanan karena sesuatu yang sepele, yaitu berbeda pandangan.

Di masa seperti ini ada empat hal yang harus menjadi perhatian kita dan harus selalu kita jaga.

1. Menjaga lisan.

Allah swt berfirman,

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia.” (QS.Al-Baqarah:83)

Rasulullah saw bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam.”

Jangan keluar dari lisan kita kecuali sesuatu yang kita harapkan ada kebaikan darinya. Bila tidak lebih baik kita diam.

2. Menghindari ingin tau urusan orang lain.

Penyakit yang memberikan efek yang sangat merusak kondisi masyarakat adalah rasa ingin tau urusan orang lain. Setiap urusan orang ingin dikomentari, ingin dibahas bahkan disiapkan panggung-panggung gosip agar bisa dilihat oleh jutaan mata.

Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” (QS.Al-Hujurat:12)

Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَالَا يَعْنِيْهِ

“Sesungguhnya termasuk bagian dari baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya.”

Tinggalkan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan kita. Hindari mencari aib orang, mengomentari masalah orang karena akhirnya akan timbul permusuhan diantara kita.

3. Mengendalikan emosi.

Di waktu-waktu semacam ini seringkali kita mendengar sesuatu yang tidak indah. Mungkin kita membaca sesuatu yang menyakiti hati. Disinilah kebutuhan kita untuk mampu mengendalikan emosi.

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS.Ali ‘Imran:134)

Diriwayatkan ada seorang yang datang kepada Rasulullah saw kemudian ia berkata,

“Wahai Rasulullah, berilah wasiat kepadaku..”

Kemudian beliau bersabda,

“Jangan marah..”

Orang itu terus meminta tambahan nasihat, namun Rasul tetap memberikan wasiat untuk jangan marah.

4. Membersihkan hati.

Poin keempat ini adalah kunci untuk mengendalikan semuanya. Karena bila hati kita bersih maka tidak ada sikap yang muncul kecuali keindahan. Tidak ada kata-kata yang menyakiti, tidak ada keinginan untuk ikut campur urusan orang lain dan bila hati bersih akan lebih mudah mengendalikan emosi.

Bukalah hati untuk mencintai sesama. Dan rasa cinta itu tidak akan tumbuh kecuali di hati yang bersih.

Rasulullah saw bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّّ لِأَخِيْهِ مَايُحِبَّ لِنَفْسِهِ

“Belum beriman salah seorang dari kalian sampai kalian mencintai (menginginkan) untuk saudara kalian apa yang kalian cintai (inginkan) untuk diri kalian sendiri.”

Bukankah keberhasilan itu hanya akan didapat oleh mereka yang datang di hari akhir dengan hati yang bersih?

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ – إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS.Asy-Syu’ara:88-89)

Semoga bermanfaat..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 129 pelanggan lain