Dua Tipe Pelaku Keburukan

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.” (QS.Ali Imran:188)

Para pelaku keburukan dan hal-hal yang nista terbagi menjadi dua tipe :

1. Tipe pertama adalah mereka yang berbuat buruk kemudian sadar dan malu dengan keburukan yang ia lakukan. Sebenarnya mereka melakukan hal tersebut karena terkalahkan oleh hawa nafsu dan tak terperdaya oleb syahwatnya.

Tipe semacam ini mudah untuk terselamatkan karena masih ada penyesalan dan rasa malu atas keburukan  yang ia lakukan.

2. Tipe kedua jauh berbeda. Tidak ada rasa penyesalan dalam diri mereka, bahkan mereka merasa senang dan bangga ketika berbuat keburukan dan dosa.

Lebih dari itu, mereka berharap pujian dan sanjungan dari manusia atas kebaikan yang tak pernah mereka lakukan.

Ayat diatas adalah tamparan keras bagi tipe manusia yang kedua.

“Janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.”

Jangan menganggap mereka akan selamat, karena keselamatan hanyalah bagi mereka yang malu dan menyesali perbuatannya.

Bagaimana mereka akan selamat sementara mereka bangga dengan dosa-dosa? Bagaimana akan terlepas dari siksa sementara mereka berharap pujian dan ganjaran dari perbuatan yang tak pernah mereka lakukan?

Semoga Allah menyelamatkan kita dari sifat bangga diri terhadap dosa-dosa.

Komentar

LEAVE A REPLY