Dua Metode Nabi dalam Berinteraksi Dengan Manusia

Dua Metode Nabi dalam Berinteraksi Dengan Manusia

khazanahalquran.com – Kali ini kita akan membahas dua metode Rasulullah saw dalam berinteraksi dengan manusia. Semua gerak-gerik dan sikap beliau adalah pelajaran yang harus kita cermati dan kita tiru.

Karena setiap kalimat, perbuatan, perintah atau larangan yang disampaikan Rasulullah saw adalah kontrol wahyu dan tidak pernah meleset sedikitpun.

Dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw, kita bisa membagi metode komunikasi beliau menjadia dua bagian :

1. Ada saatnya Nabi bersikap penuh kelembutan dihadapan manusia.

2. Ada pula saat ketika Nabi bersikap tegas dihadapan orang-orang yang ingkar dan memusuhi beliau.

Yang pertama kita akan sebutkan ayat-ayat yang menceritakan sikap lemah lembut beliau dihadapan umatnya :

(1)

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ

“Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan.” (QS.Tha-Ha:130)

*Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang senada dengan perintah untuk bersabar.

(2)

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.” (QS.Asy-Syu’ara:215)

(3)

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

“Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka.” (QS.At-Taubah:103)

(4)

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.” (QS.An-Nahl:125)

(5)

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ

“Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS.Ali ‘Imran:159)

(6)

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).” (QS.Al-Mu’minun:96)

(7)

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu.” (QS.Ali ‘Imran:64)

(8)

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ

“Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, “Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).” (QS.Al-An’am:54)

(9)

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا

“Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah.” (QS.Al-Anfal:61)

(10)

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.” (QS.Al-Ahzab:47)

Dan yang kedua kita akan menyebutkan contoh-contoh ayat yang menceritakan sikap tegas beliau dihadapan orang-orang yang ingkar dan memusuhi Islam.

(1)

فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ

“Maka berpalinglah engkau dari mereka.” (QS.As-Sajdah:30)

(2)

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ – وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ

“Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).” (QS.Al-Qalam:8)

(3)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka.” (QS.At-Taubah:73)

(4)

هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ

“Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka.” (QS.Al-Munafiqun:4)

(5)

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

“Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan shalat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik), selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (QS.At-Taubah:84)

(6)

ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

“Kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS.Al-An’am:91)

(7)

وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ

“Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka.” (QS.Al-Ahzab:48)

Inilah ayat-ayat yang menggambarkan dua metode Nabi dalam bersikap dan berhubungan dengan manusia. Disatu sisi banyak ayat-ayat yang menggambarkan kelembutan beliau terhadap semua manusia tanpa terkecuali. Dan disisi lain ada kalanya beliau harus bersikap tegas dihadapan orang-orang yang ingkar dan selalu merongrong kebenaran.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain