Dua Cara Keji Yang Selalu Digunakan Oleh Musuh Kebenaran !

Dua Cara Keji Yang Selalu Digunakan Oleh Musuh Kebenaran !

khazanahalquran.com – Pergolakan antara hak dan batil tidak pernah usai. Semenjak Iblis enggan sujud kepada Adam, semenjak itulah pertikaian antar dua kubu ini terus berkecamuk. Setiap ada Nabi yang diutus, disitu pula ada orang-orang yang memerangi kebenaran.

Kali ini kita akan mengkaji dua hal prinsip yang selalu digunakan untuk memerangi kebenaran.

1. Ingin memadamkan dan memusnahkan kebenaran.

Mereka selalu berusaha menumpas dan membumi hanguskan kebenaran. Setiap ada utusan Allah yang ingin menyampaikan dan mengajak manusia menuju kebenaran, seketika mereka langsung memberi perlawanan, teror serta gangguan.

Dalam hal ini bahasa Al-Qur’an menggunakan kalimat :

يُطفِئوا نُورَ اللَّهِ

Yang artinya “memadamkan cahaya Allah”. Kalimat ini menggunakan fi’il mudhori’ yang memiliki makna dilakukan terus-menerus. Artinya pertentangan mereka dengan kebenaran akan selalu muncul dan tidak akan berakhir.

Namun jawaban Allah swt mematahkan semua usaha mereka, bahwa mustahil cahaya Allah akan dimusnahkan dengan tiupan dari mulut-mulut mereka.

Allah swt berfirman,

يُرِيدُونَ أَن يُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَيَأۡبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.” (QS.At-Taubah:32)

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (QS.Ash-Shaf:8)

2. Ingin memutar balikkan kebenaran sehingga menjadi samar.

Dalam hal ini Al-Qur’an menggunakan kalimat :

يَسۡمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ
“Mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya..”

Ketika mereka tidak mampu memadamkan cahaya kebenaran, maka strategi kedua adalah dengan merusak kebenaran itu dari dalam. Mereka tidak merubah nama Islam, namun mereka berupaya melakukan perubahan-perubahan didalamnya. Sehingga kebenaran itu menjadi samar.

Allah swt berfirman,

أَفَتَطۡمَعُونَ أَن يُؤۡمِنُواْ لَكُمۡ وَقَدۡ كَانَ فَرِيق مِّنۡهُمۡ يَسۡمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

“Maka apakah kamu (Muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?” (QS.Al-Baqarah:75)

Karena itu bagi yang hidup dalam kebenaran dan memperjuangkan kebenaran harus sangat teliti dengan strategi musuh untuk menghancurkan kebenaran tersebut. Adakalanya musuh menyerang dari luar dan berhari-hatilah dengan tusukan musuh dari dalam.

Sebagaimana kita saksikan bagaimana upaya beberapa kelompok yang ingin mencemarkan nama Islam dengan menampilkan Islam yang radikan dan suka menumpahkan darah orang yang tak berdosa. Hal ini adalah salah satu serangan mereka dengan merusak nama Islam dari dalam.

Semoga bermanfaat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 179 pelanggan lain