Dia-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana !

khazanahalquran.com – Pada bagian akhir dari kisah Nabi Ya’qub dalam surat Yusuf, beliau bukan lagi kehilangan satu anaknya. Namun saat itu Ya’qub telah kehilangan tiga anaknya, yaitu Yusuf yang hilang selama puluhan tahun, Benyamin (yang diambil oleh Yusuf) dan kakak tertua mereka yang malu untuk kembali kepada ayahnya.

Melihat kenyataan ini, Nabi Ya’qub hanya berkata sebagaimana yang direkam oleh Al-Qur’an.

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS.Yusuf:83)

Seakan disaat pertama kali kita menghadapi masalah, segera berpeganglah pada kesabaran !

Kemudian beliau berkata, “Semoga Allah mendatangkan mereka semua padaku.”

Tapi yang menarik dalam ayat ini adalah petikan terakhir dari kalimat Ya’qub yang menutup perkataannya dengan sifat Allah,

إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

“Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Ayat ini ingin mengajarkan bahwa ketika kita menghadapi kesulitan apapun ingatlah bahwa Allah bukan tidak mengetahui masalah kita. Allah sangat tau apa yang terjadi pada kita secara detail.

Tidak hanya Maha Mengetahui, Allah juga Maha Bijaksana. Sehingga pasti Allah akan memberi jalan keluar dengan cara yang sangat bijaksana dan dengan waktu yang tepat.

Serahkan pada Allah kapan waktu terbaik untuk penyelesaian masalah kita !

Disaat kita menghadapi masalah apapun, pertama hadapilah dengan sabar. Lalu yakinilah dua nama ini bahwa Allah Maha Mengetahui masalah yang kita hadapi. Dan Allah Maha Bijaksana dalam menentukan kapan waktu penyelesaian yang terbaik.

Kita wajib usaha untuk mempercepat waktu penyelesaian masalah kita namun kita juga harus ingat bahwa Dia lah yang Maha Bijaksana untuk menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk selesai.

Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah sebelum waktunya. Bisa saja akan menjadi seperti bayi yang dilahirkan secara prematur, sehingga hasilnya tidak sempurna.

Biarkan masalah itu berjalan dan kita berusaha untuk menyelesaikannya. Biarlah masalah berjalan secara natural hingga datang ketentuan Allah diwaktu yang paling tepat untuk datangnya jalan keluar.

Serahkan semua pada Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Karena tugas hanyalah berusaha dan berikhtiyar saja.

Semoga bermanfaat..

Komentar

LEAVE A REPLY