Darimana Munculnya Kesombongan?

khazanahalquran.com – Sebelumnya kita sering membahas bagaimana dahsyatnya kesombongan dan nasib akhir dari orang-orang yang sombong. Namun kali ini kita akan bertanya, darimana munculnya kesombongan itu?

Setidaknya kita akan menemukan beberapa ayat yang menjelaskan dengan gamblang sumber kesombongan manusia, yaitu firman Allah swt :

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

“Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.” (QS.An-Nahl:4)

Ya, kesombongan lahir dari minimnya pengenalan kepada diri sendiri. Dia lupa bahwa ia hanya tercipta dari setetes sperma yang hina. Lalu apa yang layak ia sombongkan?

Dalam ayat lainnya Allah berfirman,

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

“Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!” (QS.Ya-Sin:77)

Ketika manusia lupa asal dirinya maka ia merasa hebat dan kuat. Ayat lain pun menguatkan ayat-ayat sebelumnya dalam firman-Nya,

قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ – مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ – مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ

“Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia! Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya? Dari setetes mani, Dia menciptakannya lalu menentukannya.(QS.’Abasa:17-19)

Orang-orang yang sombong melihat kesempurnaan dalam dirinya. Mereka tidak sadar bahwa sebelumnya ia tercipta dari mani yang tidak memiliki kekuatan apa-apa lalu Allah menyempurnakan bentuknya.

Manusia membantah, mengkufuri dan menjadi musuh Allah karena kesombongannya. Dan kesombongan itu muncul dari kebodohannya atas dirinya sendiri.

Karena itu setiap Allah menyebutkan kekejaman manusia, Allah selalu mengingatkan asal ciptaannya. Apa yang membuatmu congkak sementara engkau tercipta dari air yang hina?

Kenali asalmu ! Masihkah kita akan sombong?

Khazanah Al-Qur’an mengucapkan selamat memasuki bulan penuh rahmat dan ampunan. Dan selamat menunaikan ibadah puasa.

Komentar

LEAVE A REPLY