Cinta Adalah Power Terbesar dalam Pengorbanan !

Cinta Adalah Power Terbesar dalam Pengorbanan !

khazanahalquran.com – Di hari-hari semacam ini akan selalu terkenang nama Nabi Ibrahim as. Iedul Adha adalah momen mengenang pengorbanan Ibrahim dan menapak tilasi perjalanan beliau.

Ibrahim adalah satu manusia yang disebut oleh Allah seperti satu umat.

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.” (QS.An-Nahl:120)

Ibrahim yang mendapat gelar “kekasih” Allah swt..

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya).” (QS.An-Nisa’:125)

Ibrahim yang namanya diabadikan hingga hari kiamat sehingga manasik haji adalah napak tilas dari apa yang pernah beliau lakukan.

Ibrahim bertahun-tahun menanti seorang anak hingga usianya yang mulai tua. Kemudian Allah menganugerahinya seorang anak.

Di usia yang masih bayi, Ibrahim harus meninggalkan anaknya di tempat yang paling gersang tanpa setetes air pun.

Setelah sekian lama tak bertemu, Ibrahim berkumpul kembali bersama keluarga kecilnya. Tak lama kemudian, beliau pun mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih anak kesayangannya.

Semua perintah itu beliau laksanakan dengan kemantapan hati tanpa ada keraguan.

Apa kunci yang dimiliki Ibrahim? Apa rahasia beliau dalam menjalani semua pengorbanan ini?

Ibrahim memiliki power yang luar biasa yaitu cinta. Hatinya dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah hingga segala sesuatu selain Allah tampak kecil dimatanya.

Ibrahim telah menyerahkan jiwa dan semua yang ia miliki kepada Allah swt.

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.” (QS.Al-Baqarah:131)

Pelajaran terbesar yang dapat kita petik dari kisah Nabi Ibrahim adalah :

Muatahil kita akan mengorbankan sesuatu..

Mustahil kita akan berjuang..

Mustahil kita akan berpegang tegut pada perintah Allah..

Bila tidak ada rasa cinta kepada Allah dalam hati kita.

Karena kecintaan itulah yang membuat segala sesuatu selain Allah menjadi kecil dan tak berarti. Yang mahal hanyalah kerelaan dan keridhoan-Nya.

Karena kecintaan dan pengorbanannya, Ibrahim akhirnya menjadi Kholilur Rohman, kekasih Allah swt.

Semoga bermanfaat ..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 127 pelanggan lain