Bimbingan dan Didikan Allah Kepada Baginda Nabi Muhammad saw

Bimbingan dan Didikan Allah Kepada Baginda Nabi Muhammad saw

khazanahalquran.com – Masih dalam seri 5 menit lebih dekat bersama Rasulullah saw di bulan kelahiran beliau. Kali ini kita akan melihat ayat-ayat yang menceritakan tentang perintah, bimbingan serta didikan Allah swt kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad saw.

(1) Allah swt memerintahkan Nabi untuk bersikap tawadhu’ dihadapan kaum mukminin.

Apabila Nabi diperintahkan untuk tawadhu’ kepada para pengikut beliau, maka tidak kah kita sebagai sesama muslim lebih layak untuk bersikap tawadhu’ diantara sesama?

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ – فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS.Asy-Syu’ara:215-216)

Manusia termulia yang karenanya seluruh jagat raya ini diciptakan, beliau dengan semua kemuliaan dan ketinggiaan derajatnya tetap diajarkan oleh Allah untuk bersikap tawadhu’ dihadapan para pengikutnya. Karena sifat ini begitu mulia disisi Allah swt.

Siapapun yang memiliki sifat rendah hati ini, maka kelak ia akan disanjung dan dimuliakan disisi Allah swt. Karena ia tidak pernah merasa lebih mulia dari manusia lainnya.

Sebaliknya, sifat congkak, sombong dan merendahkan orang lain adalah sifat yang paling dibenci oleh Allah.

Suatu hari Rasulullah saw pernah bersabda dihadapan para sahabatnya,

مَا لِي لَا أَرَى عَلَيكُم حَلَاوَةَ العِبَادَة؟

“Mengapa aku tidak melihat manisnya ibadah pada diri kalian?”

قَالُوا : وَمَا حَلاَوَةُ العِبَادَةِ؟

Mereka bertanya, “Apakah manisnya ibadah itu?”

قَالَ : التَّوَاضُعُ

Rasul pun menjawab, “Tawadhu’ (rendah hati).”

Al-Qur’an selalu menekankan sikap tawadhu’ dalam bermasyarakat. Terutama kepada sesama kaum muslimin, kepada yang lebih tua ataupun kepada orang yang seharusnya lebih kita hormati.

Jika kita enggan bertawadhu’ karena merasa lebih mulia dari orang lain, lantas siapa kita dibanding dengan Sayyidul Wujud Muhammad saw?

Komentar

Comments 1

  1. syaifullah says:

    Smg pendapat sy ini bisa bermamfaat untukkt semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain