Bila Anda Berjiwa Islami Pasti Mudah Memaafkan

Bila Anda Berjiwa Islami Pasti Mudah Memaafkan

khazanahalquran.com – Kita sekarang berada di zaman yang serba terbalik. Yang bersikap Islami dituduh macam-macam, yang jauh dari ajaran Islam merasa paling Islami.

Padahal, bila kita menengok sedikit kepada Al-Qur’an, dalam waktu singkat akan tampak wajah yang sebenarnya dari ajaran suci ini.

Kali ini kita akan menyebutkan enam ayat yang bisa memberikan gambaran yang gamblang bagaimana Al-Qur’an memberi perhatian yang luar biasa kepada sikap toleran dan hati yang mudah memaafkan.

Ayat Pertama

Allah swt berfirman,

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih).” (QS.Al-Hujurat:10)

Ajaran Al-Qur’an adalah mendamaikan, mendinginkan dan menyelesaikan masalah. Bukan provokasi, menciptakan keributan dan kekacauan !

Ayat Kedua

Allah swt berfirman,

وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ

“Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (QS.Asy-Syura:43)

Al-Qur’an berulang kali mendorong kita untuk bersabar dan memaafkan. Mengapa kita menjadi mudah marah dan bersikap kasar?

Ayat Ketiga

Allah swt berfirman,

وَأَن تَعۡفُوٓاْ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۚ وَلَا تَنسَوُاْ ٱلۡفَضۡلَ بَيۡنَكُمۡۚ

“Memaafkan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu.” (QS.Al-Baqarah:237)

Ketika menghadapi perselisihan, Al-Qur’an mengajak kita untuk mengingat kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh orang yang berselisih dengan kita (khususnya orang-orang dekat seperti istri atau keluarga).

Lantas mengapa ketika ada masalah kita segera bersikap keras dan memilih untuk memutuskan hubungan?

Mengapa begitu cepat melupakan kebaikan-kebaikan yang telah lalu?

Ayat Keempat

Allah swt berfirman,

فَمَنۡ عَفَا وَأَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۚ

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah.” (QS.Asy-Syura:40)

Begitu dahsyatnya sikap memaafkan hingga pahalanya disembunyikan oleh Allah tanpa disebutkan jumlahnya.

Ayat Kelima

Allah swt berfirman kepada Rasulullah saw :

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS.Ali ‘Imran:159)

Syarat berhasilnya dakwah Nabi adalah kelemah lembutan beliau dalam menghadapi umat. Tanpa toleransi dan sikap yang begitu lembut maka mustahil Islam akan tersebar sedahsyat ini.

Ayat Keenam

Allah swt berfirman,

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ – ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS.Ali ‘Imran:133)

Siapakah manusia-manusia yang dipuji oleh Allah dan dijamin akan mendapatkan ampunan dan surga-Nya?

Merekalah orang-orang yang mampu menahan amarah dan memiliki hati yang luas sehingga mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Bila anda ingin mengetahui kadar keislaman anda, maka salah satu tolok ukurnya adalah seberapa luas hati anda dalam bertoleransi dan saling memaafkan.

Semoga bermanfaat..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 179 pelanggan lain