Berpeganglah Dengan Tali yang Kokoh !

Berpeganglah Dengan Tali yang Kokoh !

khazanahalquran.com – Dalam menjalani hidup manusia memerlukan sandaran yang kuat agar tidak tergelincir dan kuat untuk bertahan.

Segala sesuatu butuh kekuatan ataupun sandaran agar tidak mudah diombang ambingkan. Bila tidak ia akan menjadi seperti kapas yang mudah terbawa oleh angin.

Manusia butuh berpegang dengan tali yang kokoh sehingga apapun rayuan dan godaan yang menghalanginya tidak akan mampu menjatuhkannya

Lalu siapakah orang yang berpegang pada tali Allah itu?

Kita akan temukan dalam firman-Nya,

وَمَن يُسۡلِمۡ وَجۡهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحۡسِنٞ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ

“Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.” (QS.Luqman:22)

Dari ayat ini kita akan temukan dua sifat bagi orang yang berpegang pada tali Allah swt.

Pertama adalah orang yang memasrahkan segala urusannya kepada Allah swt. Mulai dari ucapan dan semua perbuatannya selalu tunduk dan pasrah dihadapan ketentuan Allah.

Kedua adalah orang yang memberikan kebaikan dan kemurahan kepada orang lain.

Inilah dua sifat dari mukmin sejati. Seorang yang memasrahkan semua urusannya kepada Allah akan mengikuti semua yang ditentukan oleh Allah. Dan ketika ia mengikuti aturan Allah maka tidak akan ada yang keluar darinya kecuali kebaikan dan kebaikan.

Seorang yang memiliki keimanan dan kepasrahan kepada Allah tidak akan acuh tak acuh terhadap kondisi saudaranya. Karena wujud ibadah yang sejati kepada Allah adalah kepedulian kepada sesama hamba.

Ketika seseorang telah memiliki dua sifat ini maka dia sedang berpegang dengan tali Allah dan tidak akan pernah tergelincir. Bukankah Allah telah menjamin bahwa siapa yang beriman berarti ia telah berpegang pada tali-Nya yang tidak akan terputus?

فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS.Al-Baqarah:256)

Karena itu orang yang pasrah kepada ketentuan Allah dan selalu menebar kebaikan memiliki sandaran yang kuat dan tidak mudah untuk terjebak dalam rayuan dan godaan dunia. Orang-orang semacam inilah yang akhir hidupnya akan memperoleh kejayaan dan kemenangan. Karenanya pada ayat dalam surat Luqman diatas diakhiri dengan firman-Nya,

وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ

“Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.”

Akhir kisah dari orang yang bertakwa, orang yang pasrah dan orang yang selalu berbuat kebaikan maka tak lain adalah ketentraman dan ketenangan hidup di dunia dan kebahagiaan sejati di akhirat.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 191 pelanggan lain