Berhati-hatilah Menjaga Hak Saudara Muslimmu !

Berhati-hatilah Menjaga Hak Saudara Muslimmu !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِۗ وَنُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ

“Dan jika mereka bertobat, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS.At-Taubah:11)

Para Ahli Tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud taubat dalam ayat ini adalah meninggalkan Syirik secara umum.

Arti saudara dalam agama tidak menuntut seseorang untuk satu madzhab, satu pemikiran, satu ustad, satu rujukan dalam fikih atau satu golongan. Ketika seseorang mengimani Tauhid, (bahwa Allah itu Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya), mengimani Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir, meyakini adanya hari akhir kemudian menjalankan solat dan zakat maka secara otomatis ia adalah saudaramu seagama.

Dari tafsiran ayat diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa siapapun yang meyakini tiga hal diatas (Tauhid, Kenabian Muhammad saw dan Hari Akhir), maka ia adalah saudara muslimmu dan memiliki hak-hak sebagai muslim yang harus dijaga dan dihormati.

Tidak penting ia mengikuti jalur timur atau barat…

Tidak penting madzhab apa yang ia ikuti…

Tidak penting ia berasal dari ras tertentu atau suku tertentu..

Selama masih berada dalam naungan tiga keyakinan diatas, maka ia adalah muslim ! Dan berhati-hatilah dalam bersikap kepada saudara muslimmu, karena mereka memiliki hak yang besar sebagai seorang muslim.

Maka siapapun yang tidak terima dengan hal ini, maka ia secara tidak langsung menentang dan tidak setuju dengan ketentuan yang diberikan oleh Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak pernah menunjuk madzhab tertentu sebagai syarat kemusliman seseorang. Namun Al-Qur’an hanya memberi syarat-syarat umum diatas untuk seseorang sudah bisa dikategorikan sebagai muslim dan memiliki hak sebagai seorang muslim.

Karena itu adanya upaya mencari persamaan diantara madzhab-madzhab yang berbeda ini adalah upaya untuk mewujudkan seruan Al-Qur’an untuk mempersatukan kaum muslimin. Silahkan setiap orang bebas memilih madzhab mana yang akan ia ikuti namun jangan jadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk tidak bersatu. Silahkan anda dengan madzhab anda dan saya dengan madzhab saya, namun kita memiliki kesamaan besar yaitu dalam keluarga Islam yang agung. Buang jauh-jauh perbedaan-perbedaan kecil yang ada karena persatuan Islam jauh lebih penting dari semua perbedaan itu.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 179 pelanggan lain