Berhati-hatilah Ketika Lisanmu Mampu Berbicara !

khazanahalquran.com – Ketika bayi belum dapat berbicara, ia mengungkapkan keinginannya dengan teriakan dan tangisan. Ketika lapar ia menangis, haus menangis, minta digendong menangis dan terus ia mengulangi jeritan dan tangisan hingga keinginannya terpenuhi.

Kerasnya suara tangisan itu membuat orang disekitarnya terganggu dan lebih memilih untuk menjauh. Tapi tidak dengan orang tuanya. Mereka akan segera berlari untuk memenuhi keinginan sang bayi. Mereka berusaha melakukan apapun agar anaknya berhenti menangis.

Orang tua rela mengeluarkan biaya asal anaknya bahagia. Mereka rela tidak tidur asal anaknya tidur dengan nyenyak. Mereka rela tidak makan asal anaknya kenyang.

Kini kita telah mampu berbicara. Maka gunakan lisan kita untuk menyenangkan hati keduanya,

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS.al-Isra:23)

Dan tak lupa untuk selalu melantunkan doa agar Allah selalu menyayangi dan merahmati keduanya, seperti mereka menyayangi kita.

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS.al-Isra’:24)

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY