Benarkah Agama adalah Sebab dari Perselisihan dan Pertumpahan Darah?

Benarkah Agama adalah Sebab dari Perselisihan dan Pertumpahan Darah?

Khazanahalquran.com – Sebelum kita menjawab pertanyaan dalam judul diatas, perlu kita buka bahasan kali ini dengan firman Allah SWT,

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS.Ali Imran:19)

Jika kita perhatikan, ayat ini ingin menjelaskan bahwa perselisihan yang terjadi dalam lingkup agama bukan selalu disebabkan oleh kebodohan. Tapi penyebab utamanya adalah fanatisme, kedzaliman, ketamakan dan penyimpangan dari jalan kebenaran.

Andai setiap manusia (khususnya para ulama’ mereka) membuang sikap fanatik, iri, dengki, tamak, merebut hak orang lain dan kemudian fokus untuk memperdalam hukum Allah dengan hati yang terbuka dan netral maka segala perselisihan itu akan hilang dalam waktu yang singkat.

Ayat ini juga ingin menjawab berbagai tuduhan bahwa agama adalah penyebab dari perselisihan dan pertumpahan darah sepanjang sejarah manusia.

Mereka menyamakan antara “agama” dengan “fanatisme keagamaan”. Jika kita mau mempelajari semua agama samawi, maka akan kita temukan satu tujuan yang sama. Dan semua agama itu hadir untuk memberikan jalan kebahagiaan bagi manusia. Walaupun agama itu datang bertahap sesuai dengan zamannya.

Agama samawi itu seperti air hujan yang turun dari langit untuk memberi kehidupan. Air itu murni, namun bila jatuh ke tanah yang mengandung garam, maka air itu akan menjadi asin.

Begitulah agama yang turun dari Allah, semuanya hadir untuk mengantarkan manusia pada kebahagiaan. Namun ketika diterima oleh “orang yang bermasalah” maka agama itu bisa digunakan untuk berbagai kepentingan dan kejahatan. Perselisihan terjadi bukan karena agama yang diturunkan oleh Allah, tapi karena “para pengikutnya” yang bermasalah.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain