Belajarlah Berprasangka Baik, Karena Ada Ribuan Alasan Yang Tak Kau Ketahui !

Belajarlah Berprasangka Baik, Karena Ada Ribuan Alasan Yang Tak Kau Ketahui !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS.An-Naml:18)

Lagi-lagi kita diajak untuk belajar dari makhluk-makhluk Allah yang kita anggap remeh dan kecil. Ya, seringkali Al-Qur’an mengajak kita belajar kepada hewan dan binatang-binatang kecil.

Sebuah kisah yang tak asing ditelinga kita antara Nabi Sulaiman as dan rombongan semut. Ketika bala tentara Sulaiman hendak melewati sarang semut, seekor semut berteriak kepada kawanannya untuk berlindung kedalam sarang.

“Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari….”

Kalimat terakhir menyimpan pelajaran yang begitu indah. Bagaimana seekor semut bisa memaklumi kaki-kaki manusia yang menginjaknya, karena mereka tau bahwa tubuh mereka sangat kecil dan mungkin manusia yang lewat tidak melihat mereka.

Inilah sosok semut kecil yang dianggap remeh oleh manusia. Ia memiliki kesadaran tinggi untuk “memaklumi” kesalahan orang lain. Padahal taruhan mereka adalah nyawa.

Sementara anak-anak Adam hari ini, kondisi mereka begitu miris.

Tidak ada celah di hati untuk “memaklumi” sikap saudaranya…

Mereka terlalu cepat berburuk sangka atas “kesalahan” orang lain…

Tak ada kesempatan bagi kata “mungkin” yang bisa merubah buruk sangkanya menjadi prasangka baik…

“Mungkin ia punya alasan lain…”

“Mungkin ia punya tujuan lain…”

“Mungkin ia dalam kondisi yang sulit…”

Tidak ada celah bagi kata-kata ini. Ketika mendengar sesuatu tentang orang lain, kita langsung menuduh.

Ketika melihat sikap yang kurang enak dari orang lain, kita langsung menilai.

Kajian ini akan kita tutup dengan sebuah kisah yang sangat menyentuh hati. Semoga kisah ini bisa membuka mata kita untuk belajar berbaik sangka kepada orang lain.

Alkisah setelah mendapat panggilan mendadak, seorang dokter dengan setengah berlari hendak memasuki ruang operasi. Sebelum masuk dokter ini bertemu dengan ayah pasien yang akan ia tangani.

Dengan suara tinggi ayah pasien itu berkata, “Kenapa engkau terlambat? Tidakkah kau tau bahwa nyawa anakku sedang dalam bahaya? Tidakkah kau punya rasa empati pada pasien yang membutuhkanmu ?”

Dokter itu tersenyum sembari menjawab, “Tenangkan dirimu dan jangan halangi jalanku. Yakinlah bahwa anakmu berada dibawah perlindungan Allah.”

“Enak sekali kau berbicara. Bila anakmu berada dalam kondisi kritis, bisakah kau tenang? Seenaknya menasehati orang lain !” Bentak ayah si pasien.

Dokter segera meninggalkan lelaki itu dan segera masuk untuk memulai operasi.

Setelah dua jam berlalu, dokter itu keluar dari ruang operasi dan berkata pada ayah pasien,

“Alhamdulillah operasinya berhasil. Anakmu dalam keadaan baik. Maafkan saya ada acara lain.” Lalu ia segera pergi meninggalkan rumah sakit.

Ayah si pasien begitu jengkel melihat sikap sang dokter. Ia bertanya kepada perawat disana,

“Kenapa dokter itu. Ia begitu sombong dan tak memberi waktu kami untuk bertanya.”

Perawat menceritakan, “Baru saja anaknya meninggal karena kecelakaan. Dan di waktu yang sama ada panggilan dari rumah sakit untuk segera melakukan tindakan operasi bagi anak anda. Maka ia segera datang untuk menolong anak anda terlebih dahulu lalu segera pergi untuk menghadiri pemakaman anaknya.”

Kisah ini memberi pelajaran yang amat berarti. Jangan cepat marah dan menuduh, mungkin ada alasan tertentu yang tak kau ketahui.

Maka jangan pernah menghukumi sesuatu sebelum kita mengetahui sebabnya dengan pasti. Belajarlah untuk berprasangka baik, karena ada ribuan alasan dibalik suatu kejadian yang tidak kau ketahui.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain