Belajar Sabar dan Tawakal dari Nabi Nuh as

Belajar Sabar dan Tawakal dari Nabi Nuh as

khazanahalquran.com – Banyak sekali kita temukan kisah-kisah para Nabi dalam Al-Qur’an. Dalam setiap kisah itu kita akan menemukan bermacam pelajaran dan inspirasi kehidupan. Karena itulah Allah swt mengajak kita untuk memetik berbagai pelajaran dari setiap kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an tersebut.

لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.” (QS.Yusuf:111)

Kali ini kita ingin belajar dari kisah kehidupan Nabi Nuh as. Kisah Nabi Nuh as adalah kisah yang luas dan penuh pelajaran. Namun yang menonjol dari kehidupan Nabi Nuh as adalah dahsyatnya kesabaran beliau dalam berdakwah dan besarnya tawakal beliau kepada Allah swt.

Kesabaran dan Tawakal Nabi Nuh as dalam berdakwah.

Berat sekali kita membayangkan kesabaran Nabi Nuh as dalam berdakwah. 950 tahun dilalui untuk mengajak umat menuju kepada Allah swt. Tidak terhitung lagi berapa banyak gangguan, cacian dan pengkhianatan yang diberikan umat kepada beliau. Semua ketulusan dan kebaikan Nabi Nuh as dibalas dengan kesombongan dan kekejian. Mayoritas umat memilih untuk berpaling dan hanya segelintir orang yang masih setia mengikuti beliau. Cobaan menjadi semakin berat ketika anak dan istri beliau juga enggan ikut di jalan keselamatan ini dan memilih untuk lari.

Tawakal Nabi Nuh as berada dalam puncaknya. Allah swt menceritakan dalam Firman-Nya,

وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ نُوحٍ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكُم مَّقَامِي وَتَذۡكِيرِي بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡتُ فَأَجۡمِعُوٓاْ أَمۡرَكُمۡ وَشُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُنۡ أَمۡرُكُمۡ عَلَيۡكُمۡ غُمَّةٗ ثُمَّ ٱقۡضُوٓاْ إِلَيَّ وَلَا تُنظِرُونِ

Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.” (QS.Yunus:71)

Dalam ayat ini Allah swt menggambarkan besarnya keyakinan Nabi Nuh as terhadap pertolongan Allah swt. Sehingga dalam posisi apapun beliau memiliki power yang tidak bisa dikalahkan oleh rasa takut. Dalam kondisi apapun Nabi Nuh as siap menantang segala bentuk kedzaliman yang ingin memusuhi beliau.

*“Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.”*

Ketika mendengar ayat ini, seakan kita sedang mendengarkan ucapan seseorang yang memiliki kekuasaan dan bala tentara yang dahsyat untuk melindunginya.

Sebuah tantangan yang menggetarkan seluruh hati orang-orang dzalim. Tantangan ini bukan datang dari seorang yang memiliki banyak pasukan, tapi tantangan ini datang dari seorang Nuh yang bersandar hanya kepada kekuatan Sang Pemilik Alam.

Nabi Nuh as yakin bahwa musuh-musuh itu tidak akan mampu melakukan apa-apa sebelum Allah menentukannya.*

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakal-lah orang-orang yang beriman.” (QS.At-Taubah:51)

Nabi Nuh as yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah swt pasti akan menolongnya dan tidak akan membiarkannya sendirian.

حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِيلُ

“Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS.Ali ‘Imran:173)

Nabi Nuh as yakin bahwa Allah akan menyelesaikan semua masalahnya.

وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓ

“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS.Ath-Thalaq:3)

*Nabi Nuh as* yakin bahwa tiada kekuatan yang bisa mengalahkan kekuatan Allah swt.

إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِير

“Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al-Baqarah:20)

Nabi Nuh as yakin dengan firman-Nya,

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحۡسِنُونَ

“Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS.An-Nahl:128)

Ayat-ayat ini turun untuk Nabi Muhammad saw, namun keberanian, kesabaran dan tawakal yang dimiliki oleh Nabi Nuh as seakan menggambarkan seluruh makna dari ayat-ayat ini.

Syarat kemenangan dalam perjuangan adalah memiliki keyakinan kuat kepada Allah swt dan bersandar hanya pada Kekuatan-Nya. Apabila keyakinan itu lemah maka perjuangan itu akan kalah walau sebesar apapun persiapan dan kekuatan yang telah disiapkan.

Mari kita belajar pada kesabaran dan keyakinan para Nabi, karena disitulah letak kemenangan yang hakiki.

Semoga bermanfaat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 177 pelanggan lain