Bahaya Enggan Mendengar Nasihat !

Bahaya Enggan Mendengar Nasihat !

khazanahalquran.com – Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw pernah bersabda,

الدِّينُ النَّصِيحَة

“Agama adalah nasihat.”

Bila kita perhatikan, masalah utama yang menghambat perjalanan manusia untuk sampai pada tujuannya adalah mudah lalai dan lupa. Mungkin ia pernah mendengar, mungkin ia sudah belajar tapi kebisingan dan gemerlap dunia membuatnya lalai.

Karena itu agama hadir sebagai pengingat dan pemberi nasihat agar manusia sadar dan kembali ke jalur yang sebenarnya. Karenanya Al-Qur’an selalu mengajak kita untuk saling memberi nasihat.

وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

“Saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS.Al-‘Ashr:3)

Dalam kacamata Islam, seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Seseorang tak mampu melihat kekurangan dalam penampilan atau tubuhnya bila ia tidak bercermin. Begitupula seorang mukmin tidak mampu melihat kekurangannya bila tidak ada saudara yang peduli untuk menasehati atau menegur kesalahannya.

Orang yang memberi nasihat tentunya menginginkan kebaikan untuk kita, karenanya Al-Qur’an sangat mengecam orang-orang yang enggan mendengar nasihat.

Dalam Surat Al-Baqarah, Allah swt menggambarkan bagaimana seseorang ketika diajak menuju kebaikan mereka menolak dengan penuh kesombongan, bahkan keburukannya semakin menjadi-jadi.

Allah swt berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُ ٱتَّقِ ٱللَّهَ أَخَذَتۡهُ ٱلۡعِزَّةُ بِٱلۡإِثۡمِۚ فَحَسۡبُهُۥ جَهَنَّمُۖ وَلَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ

Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk. (QS.Al-Baqarah:206)

Nabi Musa as adalah seorang Nabi yang mendapat gelar Kalimullah. Lihatlah bagaimana respon beliau ketika ada seorang yang datang untuk memberi nasihat?

Allah swt menceritakan dalam firman-Nya,

وَجَآءَ رَجُلٞ مِّنۡ أَقۡصَا ٱلۡمَدِينَةِ يَسۡعَىٰ قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ ٱلۡمَلَأَ يَأۡتَمِرُونَ بِكَ لِيَقۡتُلُوكَ فَٱخۡرُجۡ إِنِّي لَكَ مِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu, maka keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.” (QS.Al-Qashash:20)

Sebuah pelajaran penting bahwa seorang seperti Nabi Musa as mau mendengarkan nasihat ketika ada yang menyampaikan sesuatu yang baik.

Orang yang anti terhadap nasihat pasti akan mengalami kegagalan dalam hidupnya.

Karena ia telah merasa cukup dengan ilmu dan kemampuan yang ia miliki. Hatinya penuh dengan kesombongan, seakan tidak ada yang lebih pintar darinya.

Bahkan berulang kali Allah swt menyebutkan bahwa berapa banyak umat yang mendapatkan siksaan karena mereka menolak nasihat.

Dalam Surat Al-A’raf diceritakan bagaimana umat Nabi Sholeh as melakukan kebiadaban dan kejahatan hingga akhirnya turun siksaan dari Allah swt. Di akhir kisah itu ada poin yang sangat menarik untuk kita angkat.

Disebutkan bahwa semua siksaan itu datang karena mereka enggan menerima nasihat.

فَتَوَلَّىٰ عَنۡهُمۡ وَقَالَ يَٰقَوۡمِ لَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُمۡ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحۡتُ لَكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّٰصِحِينَ

Kemudian dia (Shalih) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.” (QS.Al-A’raf:79)

Begitu juga dalam kisah Nabi Syuaib as ketika umat beliau dihancurkan karena kebiadaban mereka, di akhir ayat itu disebutkan :

فَتَوَلَّىٰ عَنۡهُمۡ وَقَالَ يَٰقَوۡمِ لَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَنَصَحۡتُ لَكُمۡۖ فَكَيۡفَ ءَاسَىٰ عَلَىٰ قَوۡمٖ كَٰفِرِينَ

Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?” (QS.Al-A’ra:93)

Memberi nasihat memang memiliki etika dan tata caranya. Mungkin seseorang menggunakan cara yang salah ketika memberi nasihat kepadamu, tapi ingatlah bahwa itu adalah tanda kepeduliannya kepadamu.

Dengarkan nasihat yang baik karena enggan mendengar nasihat adalah tanda kesombongan.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 187 pelanggan lain