Bagaimana “Status” Harta Kita dihadapan Al-Qur’an?

Bagaimana “Status” Harta Kita dihadapan Al-Qur’an?

khazanahalquran.com – Banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan bahwa harta adalah ujian. Lulus atau tidaknya seseorang dalam menghadapi ujian ini tergantung pada “untuk apa harta itu digunakan?”.

Sementara dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa kelak ketika manusia menginjakkan kakinya di padang Mahsyar, ia akan menghadapi bermacam pertanyaan. Salah satunya adalah :

“Darimana asal hartamu?”

“Kemana kau keluarkan?”

Dan kali ini bila kita ingin mengetahui “status” harta kita dihadapan Al-Qur’an, mari kita renungkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

Apakah hartamu berasal dari harta yang halal?

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil.” (QS.Al-Baqarah:188)

Apakah hartamu melalaikanmu dari tanggung jawab dan kewajiban?

Sebagaimana Al-Qur’an menceritakan orang-orang yang disibukkan oleh hartanya sehingga tak mampu melaksanakan kewajiban.

شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا

“Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” (QS.Al-Fath:11)

Apakah hartamu menjadikanmu orang yang kikir, tega dan tidak peduli kepada sesama?

Sementara Al-Qur’an menjelaskan bahwa orang yang kikir terhadap hartanya akan mengalami sebuah masalah besar dalam kehidupan dunia maupun akhiratnya.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat.”

Apakah hartamu menjadikanmu congkak, sombong dan meremehkan orang lain?

Karena Al-Qur’an menyebutkan bahwa harta seringkali membuat seseorang menjadi lupa diri dan melampaui batas.

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ – أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, ketika melihat dirinya serba cukup.” (QS.Al-‘Alaq:6-7)

Apakah kau melihat harta ini berasal dari kepandaianmu dalam berbisnis? Atau harta ini adalah anugerah Allah swt?

Kita masih ingat Qarun dengan kecongkaannya dia berkata,

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

Dia (Karun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” (QS.Al-Qashash:78)

Sementara konsep Al-Qur’an adalah “Manusia berusaha namun Allah yang memberi segalanya.”

وَآتُوهُمْ مِنْ مَالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُمْ ۚ

“Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.” (QS.An-Nur:33)

Apakah hartamu membuatmu boros dan menghamburkan harta?

Padahal Allah swt berfirman,

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan.” (QS.Al-Isra’:27)

Maka apabila kita ingin bertanya kepada Al-Qur’an bagaimana “status” hartaku saat ini maka simaklah :

Bila hartamu berasal dari yang halal, maka itulah harta yang akan membawa keberkahan dalam hidupmu.

Bila harta itu tidak membuatmu lupa dengan kewajibanmu, maka harta itu adalah nikmat besar yang Allah berikan padamu.

Bila engkau tidak kikir dan rajin menginfakkan hartamu maka harta itu akan membawa kebahagiaan dan akan menjadi investasi bagi kehidupan akhiratmu.

Ingatlah, harta itu bisa menjadi kenikmatan dan kebahagiaan namun bisa pula menjadi bencana dan kesengsaraan.

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 145 pelanggan lain