Bagaimana Cara Bersikap Kepada Sesama Mukmin?

Bagaimana Cara Bersikap Kepada Sesama Mukmin?

khazanahalquran.com – Kita hidup di Negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Setiap hari kita akan bertemu dengan saudara yang seiman. Bergaul, berkomunikasi dan berhubungan dengan mereka.

Lalu apa sikap yang harus kita tampilkan dihadapan sesama mukmin? Bagaimana bimbingan Al-Qur’an berkenaan dengan hal ini?

Kita akan menemukan jawabannya dalam perintah dan wasiat Allah swt dalam Al-Qur’an, baik itu kepada Nabi Muhammad saw dan kepada kaum mukminin pada umumnya.

Semua ayat-ayat yang berkaitan dengan cara kita bersikap dan bergaul dengan kaum mukminin selalu mengajarkan untuk bersikap lemah lembut, penuh rahmat dan penuh kesabaran.

Seseorang disebut mukmin ketika ia telah mengimani Allah Yang Esa, mengimani Nabi Muhammad saw sebagai Nabi terakhir dan meyakini adanya hari kiamat. Kemudian ia meyakini dan melaksanakan perintah-perintah Allah seperti solat, puasa, haji, zakat dan sebagainya.

Kepada seorang yang telah memenuhi syarat diatas maka kita wajib untuk bersikap lemah lembut, penuh rahmat dan kasih sayang dan juga kesabaran.

Mari kita simak ayat-ayat berikut :

(1)

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (QS.Al-Kahfi:28)

(2)

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.” (QS.Al-Hijr:88)

(3)

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.” (QS.Asy-Syu’ara:215)

(4)

Begitupula ketika Allah mensifati orang-orang yang akan bangkit menegakkan kalimat Allah setelah yang lainnya murtad dan berpaling, salah satu sifat mereka adalah :

أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman.” (QS.Al-Ma’idah:54)

(5)

Ketika Allah mensifati Rasul saw dan para pengikut beliau, Allah swt berfirman :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS.Al-Fath:29)

Ayat-ayat ini adalah pesan dari Al-Qur’an tentang cara kita bersikap dihadapan kaum mukminin. Sikap lemah lembut, saling menebar kasih sayang dan penuh kesabaran adalah satu-satunya sikap yang diajarkan oleh Al-Qur’an dalam bergaul dengan sesama mukmin.

Sebaliknya, sifat kasar, membentak, mencaci, menghina dan meremehkan tidak pernah ada dalam kamus Al-Qur’an. Dalam kondisi-kondisi tertentu kepada orang kafir saja sikap ini dilarang, apalagi kepada sesama mukmin.

Lalu mengapa akhir-akhir ini banyak orang mencaci dan merendahkan saudara sesama mukminnya dengan dalih membela agama Allah?

Semoga bermanfaat…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 166 pelanggan lain