Ayo Kembali !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.” (QS.Az-Zumar:54)

Sehebat apapun diri kita, sebagai hamba kita tetap butuh untuk kembali kepada tuannya.

Kita diperintahkan untuk kembali kepada Allah karena dibalik semua prestasi yang telah kita raih, kita semua adalah hamba yang lemah dan tak memiliki apa-apa.

Kali ini kita akan melihat bagaimana para Nabi disifati oleh Allah swt sebagai hamba yang suka kembali kepada Allah swt.

Allah swt mensifati Nabi Ibrahim as,

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ

“Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah).” (QS.Hud:75)

Allah mensifati Nabi Daud as,

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kembali kepada Allah).” (QS.Shad:17)

Allah mensifati Nabi Sulaiman as,

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Dan kepada Dawud Kami karuniakan (anak bernama) Sulaiman; dia adalah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).” (QS.Shad:30)

Allah mensifati Nabi Ayyub as,

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kembali kepada Allah).” (QS.Shad:44)

Dalam semua kondisi kita harus kembali kepada Allah. Lihatlah Nabi Sulaiman as yang berada dipuncak kekuasaan dengan kerajaan yang megah, namun Allah menyebut beliau selalu kembali kepada Allah.

Nabi Ayyub as yang begitu besar musibahnya ketika menghadapi penyakit, Allah juga mensifati beliau selalu kembali kepada-Nya.

Karena itu di detik-detik terakhir di bulan suci Ramadhan, mari kita kembali kepada Allah. Kembali untuk memohon ampunan dan rahmat-Nya.

Bahkan dalam sebagian ayat disebutkan kita tidak hanya butuh untuk kembali, namun bercepat-cepatlah untuk kembali.

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ

“Maka segeralah kembali kepada (taat) Allah.” (QS.Adz-Dzariyat:50)

Taubat adalah pintu rahmat Allah yang selalu terbuka bagi hamba-Nya. Taubat adalah taufik dari Allah karena kita tidak mampu untuk mengangkat tangan kita tanpa taufik dari-Nya.

Dia-lah yang menjamin taubat dari hatimu yang tulus pasti akan diterima.

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QSAsy-Syura:25)

Ayo kita kembali kepada Allah karena tidak ada yang tau apakah di tahun yang akan datang kita masih mendapat kesempatan untuk mendapat jamuan dibulan Ramadhan.

Semoga bermanfaat…

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY