Akar Penyebab Seseorang Mengejek Sesamanya !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (QS.Al-Hujurat:11)

Secara dhohir perbuatan mengejek itu tampak sebagai satu dosa. Padahal jika kita melihat lebih dalam, perbuatan ini adalah gabungan dari banyak dosa seperti merendahkan, menghina, memfitnah, mengghibah, membongkar aib, iri, dengki dan dendam.

Lalu kira-kira apa saja yang membuat seseorang melakukan istihza’ (mengekal)?

Kecenderungan untuk mengejek itu muncul karena beberapa sebab,

1. Mengejek karena memiliki harta.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ – الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.” (QS.Al-Humazah:1)

2. Mengejek karena memiliki ilmu.

فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“Mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.” (QS Ghafir:83)

3. Mengejek karena memiliki kekuatan.

مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً

Mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” (QS.Fushilat:15)

4. Mengejek karena status sosial.

Seperti hinaan orang-orang kafir pada pengikut nabi.

وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا

“Dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami.” (QS.Hud:27)

5. Mengejek karena sifat tamak, seperti tidak mau mengeluarkan zakat.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

“Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi bagian, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi bagian, tiba-tiba mereka marah.” (QS.At-Taubah:58)

6. Mengejek karena kebodohan dan tidak adanya ilmu.

Seperti Bani Israil yang mempertanyakan perintah Allah untuk menyembelih sapi betina.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS.Al-Baqarah:67)

7. Mengejek karena hobi, iseng dan mencari kesenangan.

Itulah beberapa faktor penyebab seseorang melakukan istihza’ (mengejek) yang dapat kami kumpulkan.

Semoga kita terhindari dari perbuatan keji ini.

Komentar

LEAVE A REPLY