Khazanahalquran.com – Seorang ulama’ bernama Amr bin Ubaid mendatangi Imam Ja’far As-Shodiq (Guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanafi). Setelah mengucap salam, ulama’ ini membaca ayat,

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ

“(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji.” (QS.an-Najm:32)

Setelah menyebutkan sepenggal ayat ini, Amr terdiam dan tidak menyempurnakan ayatnya. Imam pun bertanya, “kenapa engkau diam?”

Dia pun menjawab, “aku ingin tau apa saja yang disebut dosa besar dalam Kitab Allah ini.”

Imam berkata kepadanya, “Baiklah wahai Amr, dengarkan ini,

 

1. Dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah swt.

مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ 

“Barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah Mengharamkan surga baginya.” (QS.al-Ma’idah:72)

 

2. Setelah itu berputus asa dari rahmat-Nya.

إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS.Yusuf:87)

 

3. Merasa aman dari siksaan Allah.

فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS.al-A’raf:99)

 

4. Durhaka kepada orang tua. Yaitu ketika Allah menyebut orang yang durhaka kepada orang tua sebagai orang yang sombong dan celaka.

وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS.Maryam:32)

 

5. Membunuh jiwa yang tak berdosa, kecuali di tempat-tempat yang benar.

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

“Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah Murka kepadanya, dan Melaknatnya serta Menyediakan azab yang besar baginya.” (QS.an-Nisa’:93)

6. Menuduh wanita yang tak bersalah dengan tuduhan zina.

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (QS.an-Nur:23)

 

7. Memakan harta anak yatim.

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْماً إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَاراً وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيراً

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS.an-Nisa’:10)

 

8. Lari dari seruan jihad.

وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفاً لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزاً إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاء بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahannam, dan seburuk-buruk tempat kembali.” (QS.al-Anfal:16)

 

9. Memakan harta dari hasil riba.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila.”  (QS.al-Baqarah:275)

 

10. Menggunakan sihir atau santet.

وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ

“Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat.” (QS.al-Baqarah:102)

11. Berzina.

وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً – يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً

“Dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (QS.al-Furqan:68-69)

 

12. Sumpah palsu untuk menutupi kesalahan.

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَناً قَلِيلاً أُوْلَـئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang memperjual belikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat.” (QS.Ali Imran:77)

 

13. Berkhianat dalam pembagian harta rampasan perang.

 وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu.” (QS.Ali Imran:161)

 

14. Tidak mengeluarkan zakat.

يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ 

“(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka.” (QS.at-Taubah:35)

 

15. Kesaksian palsu dan menyembunyikan kesaksian yang benar.

وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ

“Barangsiapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor (berdosa).” (QS.al-Baqarah:283)

 

16. Minum khamr (minuman keras). Karena Allah melarangnya seperti melarang untuk menyembah berhala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS.al-Ma’idah:90)

 

17. Meninggalkan solat atau kewajiban dari Allah yang lainnya dengan sengaja.

“Barangsiapa yang meninggalkan solat dengan sengaja maka dia telah berlepas dari perlindungan Allah dan perlindungan Rasul.”

 

18 dan 19. Tidak menepati janji dan memutus silaturahmi.

وَالَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأَرْضِ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang Diperintahkan Allah agar disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” (QS.ar-Ra’d:25)

 

Ketika Imam Ja’far sampai pada poin ini, Amr bin Ubaid menangis karena dalamnya kesedihan, kemudian ia keluar dari tempat beliaudan berkata, “Celaka seorang yang berkata dengan pendapatnya dan menolak kemuliaan dan keutamaan ilmu kalian.”

Semoga kita terhindar dari dosa-dosa besar yang mendatangkan siksa Allah ini…

 

Sumber : Kitab At-Taubah wal Istighfar
Komentar

LEAVE A REPLY