Khazanahalquran.com – “Saya seorang muslim, tapi kehidupan saya masih diliputi kegelapan.” Wajarkah seorang muslim berkata demikian?

Manusia memang tempat salah dan dosa. Musuh mereka yang bernama setan tak pernah diam melihat manusia berada di jalan yang lurus. Namun bagi seorang muslim, seharusnya kehidupan mereka telah diliputi dengan cahaya dan jauh dari kegelapan. Mengapa?

 

Karena Tuhan yang mereka yakini adalah sumber cahaya, bagaimana seorang muslim tidak diliputi cahaya jika hatinya dipenuhi dengan kecintaan kepada sumber cahaya?

 

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ -٣٥-

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.”
(An-Nur 35)

 

Nabi Muhammad saw juga sumber cahaya yang diutus oleh Allah untuk menerangi kegelapan manusia.

 

قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ -١٥-

“Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.”
(Al-Ma’idah 15)

 

Sementara syariat yang dibawa oleh Rasulullah saw pun adalah cahaya.

 

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً -١٧٤-

“Dan telah Kami Turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (al -Quran).”
(An-Nisa’ 174)

 

Tuhan mereka adalah sumber cahaya, nabinya penuh dengan cahaya, syariatnya adalah cahaya petunjuk bahkan tujuan utama dari pengutusan para nabi adalah mengentaskan mereka dari kegelapan menuju cahaya.

الَر كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ -١-

“Alif Lām Rā (Ini adalah) Kitab yang Kami Turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan”
(Ibrahim 1)

 

Lantas, wajarkah seorang muslim masih berada dalam kegelapan? Sementara kehidupannya telah dikelilingi dengan cahaya? Allah swt bertanya,

أَفَمَن شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِّن رَّبِّهِ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ -٢٢-

“Maka apakah orang-orang yang Dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhan-nya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”
(Az-Zumar 22)

 

Jika tugas utama nabi adalah mementaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya, maka kita belum menjadi pengikut nabi yang sebenarnya jika kita masih terjebak dalam kegelapan. Karena pada hari kiamat nanti, orang-orang mukmin begitu bercahaya hingga membuat orang munafik mengemis cahaya kepada mereka.

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِم -١٢- يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِم بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ -١٢-

Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung.”
(Al-Hadid 12)

يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءكُمْ فَالْتَمِسُوا نُوراً-١٣-

Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).”
(Al-Hadid 13)

Akhirnya, seorang yang paling beruntung adalah mereka yang paling dekat dengan cahaya. Segera tinggalkan kegelapan dengan berjalan di atas cahaya ketentuan Allah swt. Kemudian mendekatlah perwujudan cahaya Allah di bumi ini dengan selalu bersolawat kepadanya. Karena solawat adalah jalan tol untuk segera keluar dari kegelapan menuju cahaya.

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً -٤٣-

“Dia-lah yang Memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia Mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”
(Al-Ahzab 43)

 

Komentar

LEAVE A REPLY