Khazanahalquran.com – Kita masih menyimak kenikmatan surga. Suatu tempat yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan mustahil di bayangkan oleh benak manusia. Sebelumnya kita telah mendengar kemolekan bidadari surga yang menemani penghuninya. Anak-anak kecil yang melayani dan tempat tinggal yang luas. Seluas bumi dan langit.

Jika tempat tinggal penghuni surga seluas bumi dan langit. Lalu apa perabotan yang mengisi tempat seluas itu?

 

♥ Perabotan Surga

 

يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ -٧١-

“Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata.”
(Az-Zukhruf 71)

Tidak seperti di dunia, piring-piring surga terbuat dari emas. Indah dipandang mata dan sesuai dengan keinginan penghuninya.

وَيُطَافُ عَلَيْهِم بِآنِيَةٍ مِّن فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا -١٥- قَوَارِيرَ مِن فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيراً -١٦-

“Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).”
(Al-Insaan 15-16)

Selain emas, ada juga bejana yang terbuat dari perak yang tembus pandang. Tidak seperti perak di dunia yang pekat. Disana juga ada dipan-dipan untuk tempat duduk para penghuninya. Terhampar permadani yang indah dan bantal yang tersusun rapi. Mereka saling berhadapan, berbincang-bincang menikmati segala fasilitas yang diberikan atas amal baiknya di dunia.

– فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ -١٣- وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ -١٤- وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ -١٥- وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ -١٦

“Di sana ada mata air yang mengalir. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.”
(Al-Ghasiyah 12-16)

عَلَى سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ -١٥- مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ -١٦-

“Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata, mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.”
(Al-Waqi’ah 15-16)

Setelah dimanjakan dengan perabotan yang memuaskan, mereka juga tak pernah merasa kepanasan atau kedinginan.

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْساً وَلَا زَمْهَرِيراً -١٣-

“Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.”
(Al-Insaan 13)

♥ Sungai-sungai Surga

 

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاء غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى-١٥-

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni.”
(Muhammad 15)

Pada ayat ini, ada 4 sungai yang disediakan Allah swt untuk tamu-Nya di surga. Ada sungai yang mengalir air jernih didalamnya. Ada juga sungai susu yang tak pernah berubah rasanya. Jika di dunia ada arak yang rasanya tidak enak dan memabukkan, maka di surga ada juga sungai yang mengalir arak yang lezat rasanya. Dan yang terakhir adalah sungai yang terbuat dari madu yang murni dan nikmat.

Penghuni surga tidak perlu keluar ke halaman untuk merasakan kenikmatan air sungai itu. Mereka bisa mengalirkan sungai itu ke kamar mereka. Dan dengan leluasa mengambil sesuka hati mereka.

عَيْناً يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيراً -٦-

“(yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.”
(Al-Insaan 6)

♥ Makanan Surga

وَأَمْدَدْنَاهُم بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ -٢٢-

“Dan Kami Berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.”
(At-Thur 22)

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ -٢٠- وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ -٢١-

“Dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih, dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.”
(Al-Waqi’ah 20-21)

Surga dipenuhi dengan buah-buahan dan daging apapun yang diinginkan penghuninya. Jika kita perhatikan, akan kita temukan dalam dua ayat ini bahwa Allah swt selalu mendahulukan buah-buahan sebelum daging. Fenomena ini membuat seorang peneliti barat penasaran dan mencari apa dibalik rahasia ayat ini.

Setelah diteliti, ternyata pencernaan manusia merasa berat saat mencerna daging. Butuh waktu lama untuk proses menghancurkan daging di dalam perut. Hebatnya, jika kita memakan buah sebelum memakan daging maka sari buah itu membantu pencernaan kita dalam mencerna daging. Sehingga kerja perut menjadi ringan dan waktu untuk mencerna daging lebih cepat. Itulah rahasia kenapa Allah dahulukan buah-buahan sebelum menyebut daging. Subhanallah !

◊ Apa saja buah-buahan yang tersedia di surga?

Semua buah yang kita inginkan selalu tersedia di surga. Namun ada jenis buah khusus yang disebutkan didalam Al-Qur’an.

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ -٦٨-

“Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.”
(Ar-Rahman 68)

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازاً -٣١- حَدَائِقَ وَأَعْنَاباً -٣٢-

“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur”
(An-Naba’ 21-22)

Jika kita perhatikan, hanya buah anggur yang disebutkan sebagai satu-satunya buah surga didalam Surat An-Naba’. Mengapa?

Ternyata para ahli gizi menyebutkan bahwa anggur adalah buah yang memiliki kandungan luar biasa. Bahkan menyerupai ASI Ibu dalam kandungan gizinya. Selain buah-buahan diatas, ada ayat lain yang menyebut buah di surga.

وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ -٢٩-

“Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)”
(Al-Waqi’ah 29)

 

◊ Apakah buah di surga hanya yang disebut diatas?

Tentu tidak ! Jangan pernah bertanya apakah ini ada atau tidak. Di surga nanti, semua makanan tersedia mengikuti keinginan penghuninya.

وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ -٣١-

“Di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”
(Fussilat 31)

◊ Apakah buah surga mengikuti musimnya seperti di dunia?

Untuk menjawab pertanyaan ini, cukup dengan firman Allah swt,

لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ -٣٣-

“Yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya”
(Al-Waqi’ah 33)

Buah-buahan surga tidak memiliki musim tertentu. Selalu tersedia kapanpun kita menginginkannya. Terkadang, seorang ingin memakan salah satu buah di dunia tapi dokter melarangnya karena akan mengganggu kesehatan. Namun disana, tidak ada pantangan sedikitpun.

Ketika di dunia, kita kesulitan saat ingin memetik buah. Perlu tangga, kayu atau menyuruh orang lain.

◊ Bagaimana jika ingin memetik buah di surga?

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ -٢٢- قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ -٢٣-

“Dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat”
(Al-Haqqah 22-23)

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلاً -١٤-

“Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.”
(Al-Insaan 14)

Buah di surga begitu mudah dipetik. Saat hati menginginkan, pohon itu akan datang dan kita tinggal memetik dengan mudah. Rasulullah saw bersabda,

“Demi jiwa Muhammad yang ada ditangan-Nya, sungguh seorang penghuni surga ketika dia memetik buah untuk dimakan sementara buah itu belum sampai pada mulutnya, Allah swt telah mengganti buah itu ditempatnya dipetik.”

Setiap buah memiliki pasangan, namun rasanya berbeda-beda.

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ -٥٢-

“Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.”
(Ar-Rahman 52)

◊  Apa beda makanan di dunia dan akhirat?

Untuk makanan di dunia Allah berfirman,

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ -٣١-

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak Menyukai orang yang berlebih- lebihan.”
(Al-A’raf 31)

Dan untuk makanan di akhirat, Allah berfirman,

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ -٢٤-

(kepada mereka dikatakan), “Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
(Al-Haqqah 24)

 

Kelezatan makanan di surga telah kita lewati. Lalu bagaimana dengan minumannya?

Apakah penghuni surga juga menggunakan pakaian tertentu?

Di dunia ini, walau kita telah memiliki apa yang kita inginkan. Masih saja ada gangguan berupa kata-kata orang yang menyakitkan hati. Apakah kata-kata itu masih bisa mengganggu kita disurga?

Temukan jawabannya dalam Surga dalam Al-Qur’an (Bag 3)

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY