Khazanahalquran.com – Berbicara tentang Rasulullah saw adalah berbicara tentang sebab diciptakannya alam semesta. Berbicara tentang Nabi Muhammad adalah berbicara tentang kekasih Allah yang harus dicintai seluruh makhluk melebihi siapapun. Apakah Rasulullah ada di urutan nomer satu dalam daftar orang yang kita cintai? Apakah kita sudah berlaku sopan di hadapannya? Apakah kita sudah rela menerima ketentuan Rasulullah dan membuang pendapat kita? Dan apakah kita sudah mengutamakan Rasulullah melebihi siapapun?

Dalam bagian pertama kita telah membaca berbagai ayat yang mengajarkan kita cara untuk menghormati Rasulullah. Khususnya dalam urusan keagamaan. Dan kali ini, kita akan melihat perhatian Allah yang begitu besar kepada kekasih-Nya, Muhammad saw.

Kita bukan hanya dilarang untuk mengganggu Rasulullah didalam urusan agama. Kita tidak hanya dilarang untuk memberikan pendapat selain pendapat Rasul. Merubah hukum yang telah ditetapkan Rasul. Atau memanggil Rasulullah dengan cara yang tidak sopan. Dalam urusan sehari-hari pun, Allah swt mengajarkan kita cara untuk bersikap sopan dihadapan beliau.

Dalam sebuah ayat, Allah melarang kita untuk masuk sembarangan ke rumah Rasulullah saw.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوابُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ -٥٣-

“Wahai orang- orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar.”

(Al-Ahzab 53)

Bisa kita bayangkan bagaimana perhatian Allah yang begitu besar kepada Rasulullah saw. Sampai Allah sendiri yang memberi aturan tentang cara masuk ke rumah nabi. Itu semua karena Allah tidak ingin kekasih-Nya terganggu oleh orang-orang yang tidak memiliki adab dan sopan santun. Karena kita tau bahwa sebagian orang arab di waktu itu masih akrab dengan budaya jahiliyah yang kasar.

Rasulullah adalah nabi termulia. Karenanya, beliau tidak akan mengusir seseorang yang bertamu ke rumah beliau walaupun Rasulullah dalam keadaan capek atau sedang ada keperluan lain. Sehingga Allah menurunkan teguran khusus kepada umat Rasulullah agar jangan sampai mengganggu nabinya. Walau hanya dalam urusan sepele. Karena siapa saja yang menganggu kekasih-Nya, akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah swt.

وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَداً إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيماً -٥٣-

“Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.”

(Al-Ahzab 53)

Bukan hanya manusia yang harus taat aturan saat memasuki rumah Rasul. Suatu hari, ada seseorang yang datang ke rumah Rasulullah ketika beliau sedang sakit. Karena kondisi beliau, akhirnya Sayyidah Fatimah tidak mengizinkan tamu ini untuk bertemu dengan Rasulullah. Saat melihat ini, Rasulullah menyuruh putrinya untuk mengizinkan tamu ini masuk. Dia adalah seseorang yang tidak pernah izin saat masuk ke rumah siapapun, kecuali ke rumahku. Dia adalah Izrail, Malaikat pencabut nyawa.

Hal-hal seperti ini saja dapat mengganggu Rasulullah, apalagi perbuatan seperti menawar hukum yang sudah diberikan Rasulullah saw. Tentu hal ini sangat mengganggu beliau.

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَاباً مُّهِيناً -٥٧-

“Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan Melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan Menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.”

(Al-Ahzab 57)

Coba kita perhatikan, apa yang terjadi jika ada seseorang memiliki pedapat diatas pendapat Rasulullah. Kita tidak akan melupakan kejadian di perang Uhud. Saat itu Rasulullah menunjuk beberapa orang untuk berada di atas bukit. Beliau berpesan untuk tidak turun dari bukit apapun yang terjadi. Ketika perang berkecamuk, kelompok muslimin berhasil mengalahkan musuh dan mulai mengambil rampasan perang. Melihat temannya mulai mengambil rampasan perang, mereka yang di atas bukit memilih turun dan ikut mengambil rampasan. Hanya segelintir orang yang taat kepada perintah Rasulullah. Lalu, apa yang terjadi? Karena memilih pendapat selain pendapat Rasulullah, akhirnya musuh menguasai bukit dan memanahi kaum muslimin dari atas. Pasukan Rasulullah mulai banyak berguguran. Karena ulah orang yang tidak taat kepada nabi, Sayyidina Hamzah gugur syahid. Bahkan, gigi suci Rasul terlepas dan bercucuran darah karena sebuah batu.

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَـذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -١٦٥-

“Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badr) kamu berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

 

      Mengapa Allah melarang kita untuk menawar ketentuan Rasulullah?

Kita telah mengetahui bahwa Rasulullah adalah Nabi Rahmatan Lil Alamin. Tidak keluar dari lisannya kecuali rahmat dan kasih sayang. Beliau adalah orang yang paling tau pilihan terbaik bagi manusia. Karena itu, semua ketentuan Rasulullah adalah ketentuan yang terbaik. Walau terlihat berat dan menyulitkan, dibalik pilihan Rasul ada kebaikan besar yang tidak kita ketahui.

Selain itu, kita tidak akan konsekuen kepada agama sebelum mencintai Rasulullah diatas segalanya. Kita lebih mencintai anak, istri dan keluarga karena mereka lebih kita kenal. Padahal tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjadikan Rasulullah adalah prioritas utama di hati kita. Bukankah semua yang kita miliki adalah percikan dari Rasulullah? Bukankah semua rahmat dan anugerah yang kita terima adalah karena Muhammad saw? Jika Rasulullah adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita, lantas kenapa kita tidak mencintai beliau melebihi segalanya?

Ingatkah kita bagaimana pengorbanan Rasulullah kepada umatnya. Lihatlah masa-masa sulit di Thoif. Segala wujud diciptakan untuk beliau tapi hari itu Rasulullah sulit berjalan karena dilempari warga dan kakinya berdarah. Akhirnya beliau berteduh di sebuah pohon, kemudian berdoa kepada Allah swt. Saat itu Malaikat Penjaga gunung datang memberi salam dan meminta izin untuk menghancurkan gunung bersama mereka yang menyakiti Rasulullah saw. Namun Rasul melarangnya dan mengatakan, “Aku masih berharap dari keturunan mereka ada yang mengucapkan La ilaha illallah Muhammadun rasulullah.”

Manusia sperti laron yang mendekati lampu untuk binasa, Rasul lah yang menarik mereka agar tidak hancur ke dalam api neraka. Bukankah Rasul pernah bersabda:

“Semua umatku masuk surga kecuali yang enggan (memasukinya)”

Para sahabat bertanya, “Siapa yang enggan itu?”

Rasul menjawab, “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang melawanku maka dia telah enggan (masuk surga)”

Maka ingatlah disaat kita mencari perlindungan di Padang Mahsyar. Siapa yang akan membela kita? Apakah ibu? Ayah? Atau teman kita?

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ -٣٤- وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ -٣٥- وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ -٣٦- لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ -٣٧-

“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.”

(Abasa 34-37)

Jika hanya Rasulullah yang dapat melindungi dan memberi syafaat kepada kita di saat tidak ada lagi keluarga yang peduli, siapakah yang seharusnya lebih dicintai?

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY