Khazanahalquran.com – Seseorang bijak pernah berbagi pengalaman tentang kehidupannya, ia berkisah:

Dunia hari ini begitu bising. Suara kendaraan yang padat. Asap yang menyesakkan. Selalu mewarnai pemandangan alam. Ketenangan menjadi barang langka. Wajah-wajah yang menghitam karena sengatan matahari melengkapi kehidupan yang semakin sulit.

Manusia semakin sensitif. Kesabaran semakin memudar. Yang kuat menindas yang lemah. Hukum rimba tidak hanya berlaku di hutan belantara. Bahkan manusia diantara gedung-gedung itu bisa lebih kejam dari singa.

Ditengah kebisingan itu aku menemukan ruang yang sepi. Tepat dipertengahan malam. Dibawah pandangan bintang-bintang. Benakku bertanya, “Siapa yang paling kuat di bumi ini?”

Pikiranku penuh dengan barang-barang yang keras dan kuat. Tapi apa yang paling kuat diantara semua itu?

Aku berpikir besi adalah yang terkuat. Ya, besi adalah benda paling kuat di bumi ini. Tapi, aku melihat api bisa meleburkannya. Berarti apa lebih kuat dari besi.

Jika api adalah benda terkuat, tapi kenapa dia bisa padam oleh air?

Ternyata air lebih kuat dari api. Mungkinkah air adalah yang terkuat? Sementara air mampu dibawa oleh awan. Mungkin awan lebih kuat dari air.

Awan itu begitu kuat dan mampu berada di langit. Tapi angin bisa menggiringnya. Akankah angin lebih kuat dari awan?

Aku perhatikan angin, ia memang begitu kuat. Bangunan-bangunan kokoh bisa dihancurkan olehnya. Mungkin angin lah yang paling kuat di bumi ini.

Tapi pandanganku berpindah ke gunung-gunung diseberang. Ternyata gunung mampu menghalangi angin. Pasti ia lebih kuat dari angin.

Malam itu pandanganku terganggu oleh kilauan lampu yang bergerak di gunung seberang. Aku bertanya kepada kawanku, ternyata itu pertanda ada orang yang sedang mendaki gunung. Spontan aku berpikir, manusia bisa berada diatas gunung. Berarti manusia lebih kuat dari gunung.

Ya, manusia memang makhluk bumi yang terkuat.

Setelah mendekati fajar, mataku semakin mengantuk dan tak mampu ditahan lagi. Disini aku menemukan sesuatu, ternyata manusia dikalahkan oleh rasa kantuk. Berarti rasa kantuk itu lebih kuat dari manusia.

Aku semakin bingung mencari makhluk terkuat di bumi ini. Aku mulai beranjak pulang ke rumah. Ditengah jalan, hatiku mulai gelisah. Jalanan sepi tanpa ada seorang pun yang berlalu. Aku semakin gelisah karena teringat kisah penjahat yang sering beraksi di daerah ini. Seketika rasa kantuk itu hilang. Ia dikalahkan oleh kegelisahan.

Aku baru sadar, kegelisahan lebih kuat dari rasa kantuk. Aku melihat banyaknya orang yang sulit tidur karena selalu dihinggapi kegelisahan dan berbagai masalah. Kini gelisah masih menjadi hal terkuat yang ku temukan.

Setelah solat subuh, aku mulai membuka ayat-ayat firman Tuhan. Kubaca perlahan isi Al-Qur’an dengan tenang. Lalu kutemukan ayat yang mengusik pikiranku, Allah swt berfirman,

أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ -٢٨-

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d 28)

Kegelisahan akan terkalahkan oleh ketenangan hati. Dan ketenangan itu hanya akan didapat dengan mengingat Allah swt. Disini aku baru mengerti bahwa orang terkuat adalah mereka yang selalu tenang karena mengingat Allah swt. Ia menjadi kuat karena hatinya telah diteguhkan oleh Allah swt.

يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ -٢٧-

“Allah Meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim 27)

Kegelisahan itu muncul karena hati manusia telah di isi oleh selain Allah swt. Hati mereka sakit karena diberi makanan yang salah. Dan satu-satunya obat adalah kembali mengingat Allah dan berada di jalan-Nya.

فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ -٣٨-

“Maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Al-Baqarah 38)

Jangan heran jika seorang yang mengisi hatinya dengan mengingat Allah tidak akan pernah dikalahkan oleh kegelisahan. Hatinya selalu tenang karena dia bersandar kepada yang Maha Kuat.

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ -٦٢-

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.” (Yunus 62)

Komentar

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY