Setiap Manusia adalah Pedagang !

Khazanahalquran.com – Berulang kali Al-Qur’an memperumpamakan kehidupan dunia ini seperti sebuah perdagangan. Kita adalah para pedagang yang datang ke sebuah toko besar bernama dunia. Dengan membawa modal yang telah Allah siapkan untuk kita. Salah satunya adalah akal, fitrah dan potensi-potensi yang dimiliki setiap manusia dengan beragam bentuknya. Dan tak lupa modal yang cukup besar yang kita miliki adalah petunjuk dan arahan dari para nabi.

Setiap manusia adalah pedagang. Dan dari semua pedagang itu tentu ada yang untung besar dan berbahagia. Juga ada yang rugi dan tak mendapat apa-apa. Yang lebih banyak lagi adalah orang-orang yang menyia-nyiakan modalnya yang sangat berharga.

Orang-orang yang meraup untung besar adalah mereka yang berada dijalan Allah dan berjuang di atasnya. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُم

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? * (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.” (QS.as-Shaff:10-11)

Dan contoh yang paling jelas untuk kelompok yang merugi dan sama sekali tidak meraih keuntungan adalah mereka orang-orang munafik. Allah mensifati mereka dalam firman-Nya,

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

“Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (QS.al-Baqarah:16)

Harusnya seorang yang memiliki modal bisa menentukan jalan yang akan dipilihnya secara tepat. Jika tidak, perlahan modal itu akan habis tanpa mendapatkan untung.

Mereka yang telah diberi modal akal, fitrah dan petunjuk para nabi harusnya menggunakan modal ini sebaik-baiknya. Tapi kebanyakan dari mereka malah menyia-nyiakannya. Dan lebih memilih jalan kesesatan dibanding jalan cahaya Tuhan.

Mereka pun mendapat dua kerugian:
1. Kehilangan modal harta fisik dan maknawi.
2. Gagal meraih tujuan dalam hidupnya.

Karena itu mari kita manfaatkan dengan baik modal besar yang kita miliki agar kita tidak menjadi orang-orang yang rugi ketika kembali kepada Allah nanti.

Semoga bermanfaat….

Komentar

LEAVE A REPLY