Khazanahalquran.com – Masih dalam seri tafsir ayat kursi. Sebuah ayat teragung yang mengandung pelajaran ketauhidan yang begitu dalam. Sebuah ayat yang dapat menjadi pegangan kita untuk menguatkan hati dan menentramkan hidup.

Dan sifat Allah selanjutnya yang akan kita bahas adalah,

 

3. (لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ) Tidak mengantuk dan tidak tidur.

Mungkin awalnya kita heran, mengapa Allah Menyebutkan sifat “tidak mengantuk dan tidak tidur” didalam ayat yang begitu agung seperti ayat kursi ini? Bahkan sifat ini bergandengan dengan dua sifat agung yang termasuk dalam Ismullahil A’dzam, yaitu Al-hayyu dan Al-qoyyum ? Apa makna dibalik semua ini?

Allah Meletakkan sifat “tidak mengantuk dan tidak tidur” setelah sifat Maha Hidup dan Maha Mengatur karena:

  1. Ketika Allah itu Maha Hidup maka jangan pernah membayangkan kehidupan Allah itu seperti makhluk. Karena segala sesuatu yang hidup butuh dengan tidur ataupun istirahat. Sementara Kehidupan Allah jauh berbeda dengan tanda-tanda kehidupan makhluk-Nya.
  2. Allah swt Menciptakan dan Mengatur seluruh ciptaan-Nya. Dia tidak pernah lalai serta meninggalkan ciptaan-Nya begitu saja. Segala sesuatu di alam ini selalu berada dalam pantauan Allah karena Dia adalah Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS.ar-Rahman:29)

Ayat ini ingin memantapkan hati dan memberi ketenangan kepada kita bahwa Allaha dalah Dzat yang tidak pernah Membiarkan makhluk-Nya begitu saja. Setiap saat kita tidak pernah terlepas dari pantauan-Nya.

Jika ayat kursi ini diresapi maka akan menghasilkan kemantapan tauhid dan kepasrahan diri yang kuat. Karena ia selalu yakin dimanapun dan dalam kondisi apapun, Allah tidak pernah Meninggalkannya.

Seakan Allah Ingin Berpesan,

“Wahai hambaku yang masih menyembah selain-Ku, ketahuilah bahwa semua yang kalian sembah itu sebenarnya mati. Sesembahanmu itu tidak mampu mengatur dirinya apalagi mengatur selainnya. Ketahuilah bahwa yang patut disembah hanyalah Dzat yang Mengurusi ciptaan-Nya dan tak pernah meninggalkannya walau sedetik pun.”

Itulah kenapa ayat ini memiliki keutamaan yang luar biasa yaitu mendatangkan penjagaan dari Allah swt, karena ketika membaca ayat ini kita sedang menghadirkan dalam hati kita Tuhan yang tidak pernah lalai dan alpa.

 

Lalu kenapa sifat tidak mengantuk ini menjadi penting untuk disebutkan?

Ini adalah salah satu bahasan yang menarik dari penggalan ayat ini. Sekuat apapun tubuh manusia, ia menjadi lemah dan tak kuasa dihadapan rasa kantuk. Karena itulah Allah Menggunakan kata (لاَ تَأْخُذُهُ) yang makna aslinya adalah mengambil atau merampas. Mengapa menggunakan kata ini?

Karena jika rasa kantuk telah datang, seakan ia merampas kemampuan diri manusia hingga ia tak mampu berbuat apa-apa. Dia pun menjadi lalai dan alpa. Sementara Allah tidak pernah sedikit pun membutuhkan istirahat ataupun tidur.

Kita kan temukan dahsyatnya rasa kantuk dalam artikel ini (Baca : Siapakah Makhluk Paling Kuat?)

Dan makna lain dari penggalan ayat ini adalah bahwa setelah Allah Mencipta dan Mengatur ciptaan-Nya, Dia selalu Mencurahkan rahmat kepada hamba-hamba-Nya tanpa pernah terputus sedetik pun. Mungkin segala sesuatu pasti ada selipnya, tapi itu tidak berlaku kepada Dzat Allah swt. Karena semua makhluk membutuhkan-Nya sementara Dia tidak Membutuhkan apapun dari mereka.

Komentar

LEAVE A REPLY