Khazanahalquran.com – Kita kembali dalam seri tafsir ayat kursi. Dalam penggalan ayat selanjutnya Allah Berfirman,

وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء

Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia Kehendaki.

 

Pada bagian ini ada pelajaran-pelajaran penting yang ingin disampaikan yaitu,

1. Jangan pernah mensifati ilmu Allah, karena tidak ada yang mampu menjangkau Ilmu-Nya. Ketika seseorang mensifati sesuatu berarti ia telah menguasai dan memahami betul tentang apa yang disifatinya.

Kita dilarang untuk mensifati Allah, lalu bagaimana dengan sifat-sifat-Nya yang sering disebut dan dibaca? Ketahuilah bahwa seluruh Sifat Allah yang sering kita sebut itu bukan berarti kita sedang mensifati Allah, namun Allah lah yang Mengajari kita tentang sifat-sifat-Nya.

2. Allah senantiasa Mengetahui sesuatu sebelum ataupun setelah diciptakan. Karena Ilmu Allah adalah Dzat-Nya itu sendiri. Tidak akan dapat dipisahkan.

3. Jangan pernah merasa lebih pintar atau lebih mengerti dari Allah. Apa yang terjadi dibelakang dinding saja kita tidak tau, bagaimana merasa lebih pintar dari Allah swt?

Allah telah Memberi ketentuan berdasarkan Ilmu-Nya, lalu manusia mulai merubahnya dan menganggap aturan itu sudah tidak layak di zaman ini. Memangnya Ilmu Allah hanya sampai abad 21 saja?

قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Katakanlah (kepada mereka), “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah Mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.al-Hujurat:16)

Misalnya, Allah telah Menentukan hukum hijab bagi wanita. Lalu mereka memprotes dan menawar ketentuan ini dengan alasan sudah ketinggalan zaman dan menghalangi aura kecantikan wanita. Lalu apakah Allah tidak Mengerti tentang kecantikan dan kemuliaan seorang wanita? Mengapa kita begitu percaya dengan dokter karena ilmu yang dimilikinya dan kita tidak yakin dengan aturan Allah swt?

وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.al-Baqarah:216)

 

4. Namun kita patut bersyukur karena Allah Berfirman di ayat lainnya,

وَإِنَّ اللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ

“Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Sabar.” (QS.al-Hajj:59)

Walaupun Allah Mengetahui segalanya, namun Allah selalu sabar dan tidak seketika Memberi sanksi kepada hamba-Nya yang bersalah. Bahkan Allah Menutupi aib-aibnya seakan-akan tidak melihat perbuatan itu.

5. Penggalan ayat ini ingin membebaskan kita dari belenggu apapun. Karena semua berada dalam Pengetahuan Allah, tidak ada satu pun yang terlewatkan. Maka jangan pernah ragu dan pesimis, karena apapun kondisi kita akan selalu berada dalam pantauan Allah swt.

6. Dan kembali ayat ini menggunakan pengecualian. Tidak ada yang mampu menjangkau Ilmu Allah swt, namun ada orang-orang yang diberi Ilmu oleh-Nya. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya kecuali apa yang Dia Kehendaki.

Maka jangan heran jika Rasulullah memiliki ilmu yang lalu dan yang akan datang. Jangan heran jika Rasulullah mengetahui apa yang dalam hati dan pikiran seseorang. Karena Allah Memberikan ilmu kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.

Bahkan para auliya’ pun bisa menjangkau ilmu yang ghoib. Karena ilmu adalah cahaya sementara cahaya hanya akan masuk kepada hati yang bersih. Bukan berarti Allah tidak Mau Memberikan Ilmu-Nya kepada kita, tapi wadah hati ini yang tak mampu menyerap cahaya suci itu.

Rasulullah saw pernah bersabda,

“Berhati-hatilah dengan firasat orang mukmin karena dia melihat dengan cahaya Allah swt.”

Cahaya itu adalah ilmu, yang tidak hanya mampu menembus dinding tapi juga mampu menembus hati dan pikiran seseorang. Maka sucikan hati kita, karena Allah Berjanji akan Memberikan ilmu kepada mereka yang bertakwa.

وَاتَّقُواْ اللّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّهُ وَاللّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan bertakwalah kepada Allah, Allah Memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.al-Baqarah:282)

Semoga Bermanfaat !

 

Komentar

LEAVE A REPLY