Khazanahalquran.com – Sampailah kita pada seri-seri terakhir dari tafsir ayat kursi. Kajian-kajian dalam ayat ini memiliki mata rantai yang saling bersambungan. Setiap bagian selalu menguatkan dan menyempurnakan penggalan ayat sebelumnya. Kali ini sampailah kita pada Firman Allah,

وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.

Di bagian inilah kita akan menemukan kata “kursi” dalam ayat ini. Saat mendengar kata kursi, bayangan kita langsung tertuju pada arti “sesuatu yang diduduki”. Karena memang asal kata dari al-kursi adalah sesuatu yang ditumpuk satu sama lain.

Namun ketika kursi itu dikaitkan dengan Allah swt, maka hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah membuang semua bayangan kita tentang kursi. Jika kursi yang kita pahami adalah sesuatu yang diduduki, maka bukan itu yang dimaksud dengan “Kursi-Nya”. Karena Allah tidak bertempat dan tidak menyerupai makhluk-Nya.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS.asy-Syura:11)

Seluruh bayangan kita tentang Arsy atau Kursi Allah harus dibuang jauh-jauh karena yang dimaksud tidaklah tempat atau singgasana seperti bayangan kita di dunia. Jangan pernah membayangkan Allah sedang duduk atau berdiri atau berjalan karena tidak ada yang menyerupai-Nya. Lalu apa yang dimaksud dengan “Kursi-Nya” ?

 

Makna Kursi

Para ahli tafsir menyebutkan beberapa makna dari “Kursi”. Kali ini kita akan menyebutkan tiga makna yaitu,

1. Arsy

Makna pertama dari kursi adalah sebuah markas atau sentral yang dari tempat itu akan terlaksana seluruh ketentuan Allah swt(Arsy). Karena Dia lah yang Maha Mengatur segalanya.

Ada ribuan malaikat dengan berbagai macam tugas. Dan sentral tempat terlaksananya semua perintah itu disebut dengan Kursi. Tapi apakah Allah Membutuhkan tempat?

Tentu tidak. Sekali lagi kita tegaskan bahwa yang dimaksuk Kursi bukanlah tempat Allah. Tapi sentral untuk dilaksanakannya seluruh ketentuan-Nya.

 

2. Ilmu Allah.

Makna kedua dari kata Kursi adalah Ilmu Allah swt. Setelah pada bagian sebelumnya disampaikan bahwa Allah adalah Pemilik langit dan bumi, di bagian ini ingin menguatkan bahwa Ilmu Allah juga meliputi langit dan bumi.

 

3. Makhluk yang lebih besar dari langit dan bumi.

Dua makna sebelumnya masih mampu kita pahami, namun arti ketiga ini tidak mampu dijangkau oleh pemahaman kita. Makna ketiga dari Kursi adalah makhluk yang lebih besar dari langit dan bumi. Dan semua makhluk berada dalam pangkuan-Nya.

Rasulullah saw bersabda, “Wahai Fudhail, segala sesuatu berada didalam Kursi. Langit dan bumi serta segala sesuatu berada di Kursi. Jika langit dan bumi dibandingkan dengan besarnya Kursi maka seperti mata cincin ditengah padang pasir yang begitu luas. Dan jika kursi dibandingkan dengan Arsy maka seperti mata cincin dihadapan padang pasir yang luas.”

Kursi Allah menunjukkan betapa agung kekuasaan-Nya. Kekuasaan mutlak yang tidak bisa diprotes ataupun digoyahkan oleh siapapun. Allah Berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

“Sesungguhnya Allah Menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia Kehendaki.” (QS.al-Ma’idah:1)

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

“Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.” (QS.al-Anbiya’:23)

 

Jika tidak ada yang dapat melawan kekuasaan Allah, lantas kenapa kita masih cemas dan takut dalam menghadapi kehidupan? Dekatkan diri kepada-Nya dan bertawakal lah karena semua ketentuan berada ditangan-Nya.

Komentar

LEAVE A REPLY