Khazanahalquran.com – Sampailah kita pada bagian kelima dari seri tafsir ayat kursi. Kali ini kita akan membahas penggalan ayat.

مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Penggalan ayat ini masih bersambungan dengan kajian sebelumnya, yaitu untuk menguatkan tauhid dan keimanan kita. Kalimat diatas ingin menegaskan bahwa tidak ada yang bisa memberi “syafaat” kecuali atas izin Allah swt.

Lalu apa yang dimaksud syafaat?

Syafaat yang dimaksud bukan hanya syafaat di akhirat. Karena syafaat itu terbagi menjadi dua,

  1. Syafaat takwiniyah (berkaitan dengan alam duniawi).
  2. Syafaat tasyri’iyah (berkaitan dengan alam akhirat, ampunan dan pahala).

 

Syafaat di dunia

Yang dimaksud syafaat di dunia adalah bantuan. Maka tidak ada yang mampu memberi bantuan kepada kita kecuali Allah, atau atas izin-Nya.

Seperti sebuah benih. Ia memerlukan tanah, air dan cahaya matahari untuk “mensyafaatinya” atau membantunya agar bisa tumbuh dan menjadi tanaman. Bantuan dari tanah, air dan cahaya matahari itu disebut syafaat. Sementara tidak ada yang dapat membantu satu sama lain di dunia ini kecuali atas izin-Nya. Semua faktor pembantu itu tidak akan berfungsi tanpa izin dari Allah swt.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأَمْرَ مَا مِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ

“Sesungguhnya Tuhan kamu Dia-lah Allah yang Menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia Bersemayam di atas Arasy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya.” (QS.Yunus:3)

Ayat ini menjadi bukti bahwa syafaat yang dimaksud dalam ayat kursi juga termasuk syafaat atau bantuan di dunia.

Sekali lagi ayat kursi ingin membebaskan kita dari belenggu harapan kepada makhluk. Ayat ini mengajari kita tentang iman yang murni dengan hanya berharap kepada-Nya. Karena tidak ada yang terjadi tanpa izin dari-Nya.

Kita sering meminta bantuan kepada orang lain (dan itu diperbolehkan), tapi jangan pernah menganggap bahwa bantuan itu murni dari orang tersebut. Sesungguhnya Allah lah yang menggerakkan hatinya untuk membantu kita. Tanpa campur tangan dari Allah, mustahil hati orang itu akan tergerak untuk membantu.

Terkadang kita terlalu berharap dengan manusia hingga kita tunduk, merendah bahkan seakan menyembah orang itu. Buang jauh-jauh sifat kerdil ini, karena hanya Allah yang dapat menggerakkan hatinya untuk membantu kita. Mohonlah hanya kepada Allah, karena Dia lah yang akan menentukan jalan keluar bahkan dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

Syafaat di akhirat

Syaafat di akhirat hanya milik Allah swt. Dalam sebuah ayat Allah Berfirman,

قُل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعاً

Katakanlah, “Pertolongan itu hanya milik Allah semuanya.” (QS.az-Zumar:44)

 

Tidak ada yang mampu menolong kita di akhirat kecuali Allah swt. Namun pada penggalan ayat kursi diatas, Allah masih Menggunakan pengecualian Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Pada bagian akhir menunjukkan bahwa ada orang-orang yang diberi izin oleh Allah swt untuk memberi syafaat di Hari Akhir nanti. Dan ayat ini merupakan jawaban bagi mereka yang mengingkari adanya syafaat, karena di ayat ini dan ayat-ayat lainnya Allah selalu Memberikan pengecualian.

Syafaat terbesar dimiliki oleh Rasulullah saw. Riwayat juga menyebutkan syafaat itu dimiliki para auliya’, orang-orang sholeh, para syuhada’ bahkan anak yang mati diusia kecilnya juga dapat memberi syafaat kepada orang tuanya. Namun semua itu tidak akan berlaku tanpa izin dari Allah swt.

Inilah keutamaan ayat kursi yang terus menanamkan makna-makna tauhid agar kita tidak menyembah siapapun selain Allah. Tidak berharap kepada selain-Nya. Dan agar hati kita selalu tenang dan yakin karena semua yang terjadi atas izin-Nya.

Penggalan ayat ini juga menjadi jawaban bagi orang-orang musyrikin, yang menganggap berhala-berhala yang mereka sembah mampu memberi syafaat (bantuan) bagi mereka di dunia. Kenapa hanya di dunia? Karena mereka sama sekali tidak mempercayai kehidupan di akhirat. Maka dengan ayat ini Allah Menegaskan bahwa tidak ada yang mampu memberi bantuan di dunia maupun di akhirat selain Allah swt.

Komentar

LEAVE A REPLY