Seri Anbiya’ : Para Nabi, Orang-Orang Paling Amanat di Zamannya.

Khazanahalquran.com – Masih dalam seri sifat para nabi dalam Al-Qur’an, kali ini kita akan menyebutkan sifat kedua yang disandang oleh para nabi yaitu Al-Amin, orang-orang yang paling menjaga amanat.

Allah berfirman,

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ** إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (QS.ash-Shuara:106-107)

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ** إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (QS.ash-Syuara’: 124-125)

Dan masih banyak lagi ayat dalam surat Syuara’ yang menyebut para nabi sebagai Al-Amin, yaitu pada ayat ke 143, 162, 178 dan pada surat ad-Dukhon ayat 18.

Begitupula dengan nabi kita Muhammad saw. Siapa yang tak kenal bahwa beliau adalah orang yang paling dipercaya untuk menjaga amanat.

Di kala itu masyarakat Mekah ketika ingin menitipkan sesuatu, mereka selalu menuju kepada nabi Muhammad saw. Bahkan setelah beliau menjadi nabi, orang-orang yang tidak beriman pun masih menitipkan barang mereka kepada Rasulullah. Karena mereka tidak menemukan seseorang yang lebih amanat dari beliau.

Bahkan ketika Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, masih ada titipan-titipan warga yang dititipkan kepada beliau. Hingga Rasulullah saw memerintahkan Sayyidina Ali untuk mengembalikan semuanya kepada pemiliknya.

Jibril sang pembawa wahyu pun turun dengan sifat amanat,

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ** عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ

“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS.asy-Syuara’:193-194)

Sifat amanat termasuk sifat terpenting yang harus dimiliki para nabi. Bagaimana tidak, sementara mereka memikul amanat yang besar untuk menyampaikan kebenaran dari Allah SWT.

Setelah menyandang sifat-sifat mulia ini, para nabi mengajak umatnya untuk mengamalkan sifat ini pula. Karena sifat-sifat ini sangat mempengaruhi kualitas keimanan seseorang.

Rasulullah saw bersabda,

لَا اِيْمَانَ لِمَنْ لَا اَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِيْنَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

“Tidak ada keimanan bagi yang tidak memiliki sifat amanat dan tidak ada agama bagi yang tidak menepati janji.”

Inilah sifat kedua para Anbiya’ dalam Al-Qur’an semoga kita bisa meneladani sifat-sifat mulia mereka. Nantinak sifat-sifat selanjutnya dalam seri Anbiya’ berikutnya.

Komentar

LEAVE A REPLY