Seri Anbiya’ : Ciri Khas Para Nabi adalah Menebar Kebaikan

Khazanahalquran.com – Setiap manusia menyukai kebaikan. Sejahat apapun prilakunya, sesadis apapun perbuatannya pasti hati kecilnya lebih memilih kebaikan. Islam pun bukan hanya agama ritual semata. Jantung agama ini adalah menebar rahmat dan kebaikan bagi seluruh alam.

Karena itu salah satu sifat utama para nabi adalah banyak menebar kebaikan. Allah berfirman,

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.al-An’am:84)

Berulang kali Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa para nabi adalah orang-orang yang ahli berbuat baik. Allah berfirman,

سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ * إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam”. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.ash-Shoffat:79-80)

سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ * كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.ash-Shoffat:109-110)

سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ * إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

“Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.ash-Shoffat:120-121)

Dan dalam kisah Nabi Yusuf as, masyarakat telah mengenal bahwa Yusuf adalah orang baik.

إِنَّا نَرَاكَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang baik.” (QS.Yusuf:36)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang senada seperti dalam Surat Yusuf ayat 22,36,56,78,90.

Dan poin pentingnya adalah para nabi ingin mengajak umatnya untuk saling menebar kebaikan. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah saw tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan. Beliau selalu membalas dengan kebaikan sehingga perlahan orang-orang yang membenci Rasul bisa berbalik menjadi pecinta beliau.

Berbuat baik adalah wujud rasa syukur kita atas kebaikan yang telah kita terima dari Allah SWT. Seperti dalam firman-Nya,

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْك

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS.al-Qashas:77)

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY