Pos Pertama Dimulainya Kehidupan Manusia

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.”

(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lalai terhadap ini.” (QS.Al-A’raf:172)

Pada ayat ini Allah mengambil sumpah dari setiap manusia. Dan isi dari sumpah itu adalah:

Pengakuan atas Ketuhanan Allah dan kehambaan manusia secara takwini. Kemudian berserah diri dengan taat kepada-Nya secara tasy’ri’i.

Maka setiap manusia yang mengenal Allah sebagai Tuhan wajib secara akal untuk taat kepada-Nya.

Karena itu sumpah ini adalah dasar dari dakwah para nabi dan risalah-Nya yang suci. Setiap nabi bertugas untuk mengingatkan janji manusia kepada Allah yang telah tertanam dalam fitrah mereka.

Selain itu kita perlu memperhatikan 4 poin penting dari ayat diatas, yaitu:

1. Allah menanyakan pada manusia tentang pengakuan mereka bahwa Allah adalah Tuhan, dengan sebuah pertanyaan :

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

2. Setiap manusia mengakui dan membenarkan pertanyaan itu dengan jawaban,

قَالُوا بَلَىٰ

Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami).”

3. Dan merekapun bersaksi atas diri mereka.

شَهِدْنَا

“…kami bersaksi.”

4. Allah menjadikan kesaksian ini sebagai bukti  agar mereka tidak memiliki alasan lagi di hari kiamat kelak.

ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lalai terhadap ini.”

Lalu kapan terjadinya pengambilan sumpah ini?

Ada dua pendapat:

Pertama, di alam sebelum alam ini ketika Allah mengeluarkan seluruh anak Adam yg disebut dengan “alam dzar”.

Kedua, pengambilan sumpah itu hanya simbol yang mengisyaratkan bahwa pengakuan itu ada di setiap fitrah manusia. Fitrah ini secara alami mengalir dalam jiwa setiap manusia tanpa terkecuali. Hanya saja banyak faktor-faktor yang menjadi hijab bagi fitrah untuk mengenal Tuhannya. Seperti dosa dan penolakan terhadap kebenaran.

Karena itulah salah satu tugas utama nabi adalah membangunkan kembali fitrah yang telah tertutupi noda dosa dan kesalahan agar mampu bangkit dan kembali menuju kepada Allah swt.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY