Khazanahalquran.com – Didalam Al-Qur’an, sering kita temukan Pujian Allah kepada para Nabi terdahulu. Pujian itu diberikan atas sifat dan perangai mereka yang mulia. Tapi yang perlu diperhatikan, Allah selalu Menyebutkan sifat-sifat tertentu ketika Memuji para Nabi, berbeda dengan pujian Allah kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Dimana letak perbedaannya? Mari kita simak ayat-ayat berikut ini.

Allah Memuji kesantunan dan kelembutan Ibrahim as.

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُّنِيبٌ

“Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah).” (QS.Huud:75)

 

Allah Memuji kebenaran janji Ismail as.

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولاً نَّبِيّاً

“Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Isma‘il di dalam Kitab (al-Quran). Dia benar-benar seorang yang menepati janjinya, seorang rasul dan nabi.” (QS.Maryam:54)

 

Allah Memuji terpilihnya Musa as.

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَى إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصاً وَكَانَ رَسُولاً نَّبِيّاً

“Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Musa di dalam Kitab (al-Quran). Dia benar-benar orang yang terpilih, seorang rasul dan nabi.” (QS.Maryam:51)

 

Allah Memuji kesabaran Ayyub as.

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِراً نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Sesungguhnya Kami Dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).” (QS.Shad:44)

 

Dan ketika berbicara tentang Baginda Nabi Muhammad saw, Allah tidak hanya Memuji perangai tertentu, tapi seluruh perangai indah itu telah terkumpul dalam diri beliau hingga Allah Memuji keseluruhan dalam dirinya ,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.” (QS.Al-Qalam:4)

Seluruh tinta yang ada di dunia ini tak akan cukup untuk menggambarkan kemuliaan Sayyidil Wujud Muhammad saw. Apa lagi yang akan kita ungkapkan sementara Rabbul Alamin telah Memujinya dengan pujian yang agung.

Komentar

LEAVE A REPLY