Khazanahalquran.com – Al-Qur’an menceritakan bahwa dakwah para nabi mengajak manusia untuk hidup. Kehidupan seperti apa yang dimaksud? Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (QS.al-Anfal:24)

Sebelumnya mencari jawabannya, kita akan melihat terlebih dahulu kehidupan apa saja yang disebut dalam Al-Qur’an.

 

Macam-Macam Kehidupan dalam Al-Qur’an

1. Kehidupan Nabati.

اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

“Ketahuilah bahwa Allah yang Menghidupkan bumi setelah matinya (kering).” (QS.al-Hadid:17)

 

2. Kehidupan Hewani.

إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى

“Sesungguhnya (Allah) yang Menghidupkannya pasti dapat Menghidupkan yang mati.” (QS.Fussilat:39)

 

3. Kehidupan Pemikiran.

أَوَ مَن كَانَ مَيْتاً فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُوراً يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ

“Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami Hidupkan dan Kami Beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak.” (QS.al-An’am:122)

 

4. Kehidupan Abadi di Akhirat.

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” (QS.al-Fajr:24)

 

Yang dimaksud dengan para nabi mengajak kepada kehidupan bukanlah kehidupan hewani, karena tanpa dakwah dari para nabi pun mereka telah hidup. Namun para nabi mengajak kepada kehidupan maknawi. Yakni hidupnya pemikiran, akal dan akhlak dalam masyarakat.

Namun ada makna lain selain makna diatas yaitu para nabi mengajak kepada kehidupan “yang baik”. Allah berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami Berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS.an-Nahl:97)

Tugas para nabi adalah mengajak manusia untuk beriman dan beramal soleh. Karena nasib kehidupan mereka sangat bergantung dengan kedua hal penting ini. Maka mari kita sambut seruan para nabi ini agar hidup kita menjadi kehidupan yang baik (hayatan toyyibah). Karena jika kita berpaling dari ajaran para nabi, maka akibatnya kehidupan kita menjadi kehidupan yang sempit, seperti dalam firman-Nya,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan Mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Thaha:124)

Semoga Allah menjadikan kehidupan kita menjadi Hayatan Toyyibah dan penuh dengan keberkahan.

Komentar

LEAVE A REPLY