Pada bagian sebelumnya, kita telah melihat bagaimana Al-Qur’an menceritakan tentang neraka. Dimulai dengan bahan bakarnya, makanan dan minuman penghuninya, hingga pakaian mereka. Semuanya diceritakan oleh Allah swt sebagai contoh agar akal kita mampu menjangkau. Sementara pada hakikatnya, siksaan neraka tidak pernah bisa dibayangkan.

Tapi dengan segala keterbatasan, kita akan melihat bagaimana Allah swt memberikan contoh tentang siksaan api neraka dalam Al-Qur’an.

 

  ⇒ Siksaan Neraka          

Mungkin kita bertanya, bagian tubuh mana saja yang akan disiksa di neraka? Karena biasanya, siksaan di dunia hanya tertuju pada bagian tubuh tertentu.

Siksaan neraka berbeda dengan siksaan dunia. Di tempat ini tidak ada bagian kulit yang tidak merasakan pedihnya siksaan. Semua anggota tubuh merasakannya. Allah swt berfirman,

لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ -٤١-

“Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami Memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.”
(Al-A’raf 41)

Tubuh mereka di selimuti oleh api neraka hingga tidak ada satu bagian yang tidak merasakan panasnya.

يَوْمَ يَغْشَاهُمُ الْعَذَابُ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ وَيَقُولُ ذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ -٥٥-

“Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) Berkata (kepada mereka), “Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!”
(Al-Ankabut 55)

Mereka diseret dengan wajah dibawah. Kondisi mereka penuh dengan kehinaan. Dan dikatakan kepada mereka,

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ -٤٨-

Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.”
(Al-Qamar 48)

لَهُم مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ-١٦-

“Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka.”
(Az-Zumar 16)

Tidak satu bagian pun yang terlewatkan, bahkan mereka berada di suatu tempat yang ditutup rapat.

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ -٢٠-

“Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.”
(Al-Balad 20)

Sekali lagi siksaan neraka berbeda dengan siksaan dunia. Sifat api di dunia selalu membakar dari luar ke dalam. Jika ada orang yang terkena api, pasti akan membakar kulit baru kemudian ke dalam organ tubuh. Di neraka berbeda, api itu membakar dari dalam hati baru keseluruh tubuh. Karena siksaan neraka sesuai dengan perilaku.

Hati yang kejam, bengis, selalu mendengki dan merampas hak orang adalah yang pertama terbakar sebelum bagian tubuh yang lain. Api neraka itu membakar dari pusat kerusakan. Karena hati lah yang memberi perintah untuk melakukan sesuatu.

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ -٦- الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ -٧-

“(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.”
(Al-Humazah 6-7)

Bayangkan dahsyatnya siksaan ini karena Allah menisbatkan dirinya pada adzab itu, api (azab) Allah yang dinyalakan. Jika kita sulit menggambarkan kebesaran Allah, bagaimana akan menggambarkan dahsyatnya siksaan-Nya.

Siksaan yang mereka dapatkan sesuai dengan apa yang diperbuat di dunia. Seperti seorang yang kikir dan tidak mau mengeluarkan zakat. Allah berfirman,

يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ -٣٥-

(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
(At-Taubah 35)

Yang disiksa persis seperti dahi mereka ketika terdongak sombong dihadapan orang miskin, lambung mereka yang memakan hak orang lain danpunggung mereka ketika kembali membelakangi orang-orang yang meminta.

 ⇒ Kondisi Penghuni Neraka

Bagaimana kondisi mereka yang disiksa?

Manusia tidak akan lama merasakan siksaan di dunia. Setelah beberapa kali disiksa, dia akan mati dan usai sudah penderitaannya. Bagaimana dengan akhirat?

Para penghuni neraka berada dalam kondisi tidak mati dan tidak hidup. Dia dikatakan tidak hidup karena apa arti kehidupan jika hari-harinya hanya siksaan. Dan dia tak akan pernah mati, selalu merasakan siksaan tanpa henti.

إِنَّهُ مَن يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِماً فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيى -٧٤-

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhan-nya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahannam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup.”
(Thaha 74)

الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى -١٢- ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى -١٣-

“(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.”
(Al-A’la 12-13)

وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِن وَرَآئِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ -١٧-

“Datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya (masih ada) azab yang berat.”
(Ibrahim 17)

» Apakah ada Diskon atau Keringanan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita langsung menuju firman Allah swt,

فَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ -٨٦-

“Maka tidak akan diringankan azabnya.”
(Al-Baqarah 86)

خَالِدِينَ فِيهَا لاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلاَ هُمْ يُنظَرُونَ -٨٨-

“Mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.”
(Ali Imran 88)

وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا-٣٦-

“Dan tidak diringankan dari mereka azabnya.”
(Fathir 36)

كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيراً -٩٧-

“Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami Tambah lagi nyalanya bagi mereka.”
(Al-Isra’ 97)

Ada salah satu penelitian menyebutkan bahwa kulit manusia itu berlapis-lapis. Dan ketika sampai pada lapisan tertentu, sudah menjadi mati rasa. Tidak lagi merasakan sakit, panas atau apapun. Karena itu, ketika kulit para penghuni neraka telah terkelupas terkena panas. Allah menumbuhkan kulit baru untuk mereka.

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوداً غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ -٥٦-

“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami Ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab.”
(An-Nisa’ 56)

Suatu hari ada seorang ateis datang kepada Imam Ja’far As-Shodiq. Dia ingin menanyakan tentang ayat ini. Ateis ini bertanya, “Apa salah kulit baru ini?” Karena menurutnya, kulit baru ini tidak ikut melakukan dosa. Kenapa terkena adzab juga?

Imam Ja’far menjawab, “Kulit itu adalah (kulit) yang sama tapi ia berbeda.”

Ateis ini kebingungan dan meminta contoh kepada Imam.

Kemudian imam mencontohkan, ambil batu bata yang terbuat dari tanah. Lalu hancurkan dan dibentuk kembali menjadi batu bata. Batu ini sama dengan yang sebelumnya tapi bukan batu yang sebelumnya.

 

 » Belenggu di Neraka

Selain mendapatkan berbagai siksaan, para penghuni neraka dibelenggu dan di ikat hingga tampak kehinaan mereka.

إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ -٧١-

“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret”
(Ghofir 71)

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَا وَأَغْلَالاً وَسَعِيراً -٤-

“Sungguh, Kami telah Menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.”
(Al-Insaan 4)

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ -٣٠- ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ -٣١-

(Allah Berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
(Al-Haqqah 30-31)

Rasulullah saw bersabda,

“Andai (belenggu) itu diletakkan di dunia maka dunia ini akan binasa dengan panasnya”

 » Cambuk di Neraka

Selain belenggu, disediakan pula cambuk dari besi bagi para penghuni neraka.

وَلَهُم مَّقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ -٢١-

“Dan (azab) untuk mereka cambuk- cambuk dari besi.”
(Al-Hajj 21)

Rasulullah saw bersabda,

“Andai cambuk neraka itu diletakkan di bumi maka tidak ada yang bisa memindahkan dan mengangkatnya walaupun seluruh manusia dan jin berkumpul (untuk mengangkat mereka).”

Mereka juga di ikat menjadi satu. Ada pendapat yang mengatakan mereka di ikat berkelompok-kelompok. Pendapat lain mengatakan mereka di ikat bersama setan-setan karena keduanya punya hubungan erat di dunia. Dan pendapat ketiga mengatakan bahwa mereka di ikat sendiri-sendiri.

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُّقَرَّنِينَ فِي الأَصْفَادِ -٤٩-

“Dan pada hari itu engkau akan melihat orang yang berdosa bersama-sama diikat dengan belenggu.”
(Ibrahim 49)

 » Api yang Bersuara                       

Api neraka itu bergemuruh. Ia mengeluarkan suara ketika melihat ada calon penghuni yang akan memasukinya.

إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظاً وَزَفِيراً -١٢-

“Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya.”(Al-Furqon 12)

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقاً وَهِيَ تَفُورُ -٧-

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara”
(Al-Mulk 7)

Selain apinya, penghuni neraka pun mengeluarkan suara rintihan. Dan semakin mereka merintih, semakin besar siksaan yang mereka dapatkan.

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ -١٠٦-

“Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih”
(Huud 106)

Salah satu kenikmatan penghuni surga adalah mereka bisa melihat siksaan neraka. Sementara para penghuni neraka mencari kawan yang mau membantunya. Mereka saling menyalahkan dan berkelahi. “Kau yang menyesatkanku! Gara-gara engkau aku masuk ke dalam sini!”. Namun Allah berfirman kepada mereka,

قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُم بِالْوَعِيدِ -٢٨-

(Allah) Berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, dan sungguh, dahulu Aku telah Memberikan ancaman kepadamu.”
(Qaf 28)

Mereka merintih dan berkata,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحاً غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ -٣٧-

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka), “Bukankah Kami telah Memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, pada-hal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.”
(Fathir 37)

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا -٦٦-

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”
(Al-Ahzab 66)

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ -١٠-

Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”
(Al-Mulk 10)

 » Angin di Neraka

Saat seorang merasa gerah dan panas di dunia, dia akan mencari tempat berteduh. Dia akan mencari angin segar untuk menghilangkan panas. Di neraka pun ada angin, tapi tidak seperti angin di dunia yang sejuk. Para penghuni akhirat yang kepanasan akan diberi angin, tapi angin itu juga berupa api.

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ -٤٢-

“(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih”
(Al-Waqi’ah 42)

لَّا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ -٤٤-

“Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.”
(Al-Waqi’ah 44)

Apakah neraka memiliki nama-nama?

Siapa saja penghuni neraka itu?

Apakah semua penghuni neraka itu kekal didalamnya?

Lalu, apakah Allah yang penuh rahmat itu berlaku Adil dengan menyiksa manusia yang masuk neraka?

Dan apakah siksaan itu tidak menjadi hal yang biasa jika para penghuninya sudah merasakan bertaun-taun?

Temukan jawabannya dalam Neraka dalam Al-Qur’an (Bag 3)

Komentar

LEAVE A REPLY