Khazanahalquran.com – Kali ini kita akan merenungkan firman Allah swt, yaitu :

عَلَى أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ

“Dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun.” (QS.al-Qashas:27)

Ayat ini bercerita tentang Nabi Musa as yang berlari dari negeri Mesir untuk menyelamatkan diri dari kekejian Fir’aun. Di kota yang asing, beliau sempat menolong dua wanita yang sedang kesulitan saat ingin mengambil air. Dan berkat kebaikannya itu, beliau dipanggil oleh ayah dari dua gadis tersebut untuk diberi tempat tinggal. Ayah dari dua gadis itu adalah Nabi Syuaib as.

Tak hanya itu, Nabi Musa as dinikahkan pula dengan salah satu dari putri Nabi Syuaib as dengan syarat harus bekerja bersama beliau selama delapan tahun. “Dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun.”

Pelajaran yang akan kita ambil adalah :

Sejak kecil Nabi Musa as tinggal di istana dengan semua fasilitas dan kemegahannya. Akan tetapi beliau tidak keberatan untuk bekerja menggembala domba ketika kondisinya telah berubah.

Kisah ini juga menjadi pelajaran penting bagi para pemuda yang lebih memilih untuk menganggur daripada bekerja yang menurutnya tidak se-level dengan statusnya. Ia gengsi untuk melakukan sesuatu yang menurutnya pekerjaan rendahan.

Padahal seorang Nabi Musa as, yang memiliki kemuliaan dibanding manusia-manusia lain, yang telah hidup dalam istana sejak kecil, beliau rela menjadi penggembala domba disaat kondisi telah berubah. Lalu siapa kita dibanding Nabi Musa as?

Ketahuilah bahwa kunci kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menerima kenyataan bagaimanapun kondisi yang menimpanya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang rela dan menerima bagaimana pun kondisi kita.

Komentar

LEAVE A REPLY