Musibah-Musibah yang Membangunkanmu dari Kelalaian Panjang !

khazanahalquran.com – Allah set berfirman,

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS.As-Sajdah:21)

Suatu kejadian yang mengejutkan terkadang memberikan efek positif dalam kehidupan seseorang. Kesusahan dalam hidup membuatnya tersadar dari tipuan dunia yang melenakan. Cobaan yang sulit membangunkannya dari mimpi-mimpi yang melalaikan.

Karena tidak diragukan lagi bahwa tenggelam dalam kenikmatan, memiliki kekuasaan dan selalu dalam keadaan sehat membuat manusia lupa diri. Seakan semua pemberian Allah ini adalah hasil dari kehebatan dirinya semata. Dia selalu merasa lebih mulia dari yang lain dan lupa bahwa pada akhirnya ia akan binasa.

Ketika seseorang telah merasa lebih baik dan lebih hebat dari orang lain, perasaan semacam ini akan mengantarkannya kepada perbuatan-perbuatan yang berbahaya. Seperti dzalim, aniaya, sombong dan merampas hak orang lain. Ia akan merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain.

Nah, disinilah kasih sayang Allah datang untuk menolong manusia. Allah mengirimkan sebuah musibah yang berat agar menjadi cambuk rahmat yang membangunkannya dari tidur yang panjang. Seperti kehilangan orang yang kita cintai atau gagal dalam usaha yang selama ini kita perjuangkan. Karena kejadian yang menyusahkan itu memberi kita waktu untuk berpikir dan merenung, bahwa semua yang ada ditangan kita bisa hilang dalam sekejap jika Allah telah berkehendak.

Al-Qur’an pun sering membahas masalah ini dengan contoh-contoh yang beragam, seperti firman-Nya,

وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

“Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.” (QS.Al-A’raf:94)

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS.Ar-Rum:41)

Seperti pula dalam firman-Nya,

وَمَا نُرِيهِمْ مِنْ آيَةٍ إِلَّا هِيَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا ۖ وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS.Az-Zukhruf:48)

Maka dari ayat-ayat ini dapat kita simpulkan bahwa salah satu tujuan besar dibalik musibah adalah menyadarkan manusia dari kelalaian dan menyadarkan mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Dan tentunya, ada sebagian dari mereka yang sadar dan kembali. Dan ada pula yang semakin terjerumus dalam lautan dosa dan kemaksiatan.

Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Semoga bermanfaat.

Komentar

LEAVE A REPLY