Khazanahalquran.com – Beberapa kelompok berpendapat bahwa orang-orang yang hidup di masa kekosongan nabi (antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw, Ahlul Fatrah) dikatakan masuk surga dengan dalil ayat Al-Qur’an berikut ini,

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً

“Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami Mengutus seorang rasul.” (QS.Al-Isra’:15)

Namun kenapa untuk kedua orang tua Rasulullah, mereka begitu bersemangat untuk menyebut keduanya di neraka? Bukankah keduanya juga termasuk Ahlul Fatrah dan tidak sempat mendapati masa dakwah Rasulullah? Apalagi jika ditambah dengan dalil ayat berikut ini,

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ – وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

“Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS.Asy-Syuara:219)

 

Didalam tafsir Ruhul Ma’ani dan Durul Mantsur menyebutkan bahwa salah satu tafsiran ayat ini adalah bahwa benih Rasulullah berpindah dari sulbi-sulbi para ahli sujud yang semuanya beriman kepada Allah swt, hingga dilahirkan oleh Aminah ibunda beliau.

Ayat ini menunjukkan bahwa kedua orang tua nabi sampai kepada nabi adam adalah orang-orang mukmin. Keduanya adalah para pengikut setia datuk mereka yaitu Nabi Ibrahim as. Keduanya adalah orang-orang yang memegang teguh ajaran tauhid dan tak pernah menyekutukan Allah swt. Lalu pantaskah seorang muslim mengatakan bahwa orang tua nabi berada di neraka?

Walaupun ada sebagian riwayat yang menyebutkan hal ini, tapi tidakkah kita perlu menelitinya kembali? Rahim mana yang lebih suci dari rahim ibu yang telah mengandung manusia termulia sepanjang masa? Ayah mana yang lebih mulia dari seorang ayah yang disulbinya ada benih suci Al-Mustafa saw? Pasti Allah swt telah memilih tempat-tempat yang suci untuk menitipkan cahaya kekasih-Nya, Muhammad saw.

Mungkinkah Allah Titipkan cahaya suci ini di rahim wanita yang menyekutukan Allah?

Mungkinkah Allah Letakkan cahaya termulia ini pada sulbi lelaki yang menyekutukan-Nya?

Sungguh mustahil ! Jika ibu Nabi Muhammad saw berada di neraka? Lalu siapa yang pantas masuk surga-Nya?

Andai orang tua Nabi Muhammad saw tidak aman di Padang Mahsyar, maka tidak ada seorang pun yang akan aman di hari itu.

Lalu apa artinya surga bagi Rasulullah saw jika ibunda beliau ada di neraka? Musuh-musuh beliau pun akan berteriak dengan penuh penghinaan, “Kami memang disiksa di neraka tapi ibumu juga bersama kami.”

Maafkan kami wahai Rasulullah… Maafkan telinga kami yang sering mendengar tuduhan keji dari umatmu kepada ayah dan ibumu… Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merendahkan kehormatan Nabi yang menuduh orang tua beliau dengan tuduhan yang amat keji. Maafkan kami Ya Rasulullallah….

Komentar

LEAVE A REPLY