Khazanahalquran.com – Setelah memilih untuk mengikuti jalan islam, banyak orang yang masih mempertanyakan hukum Allah. Mereka terus bertanya, mengapa ini diwajibkan? mengapa ini diharamkan? mengapa hukumnya begini? apa hikmah dibalik hukum itu?… Pertanyaan-pertanyaan ini terus muncul disertai dengan usaha untuk tawar menawar dihadapan hukum Allah.

Ketahuilah, tidak ada pilihan dan tawar menawar dihadapan hukum Allah. Mempertanyakan “hikmah” atau “sebab” dari sebuah hukum bukanlah wujud ketaatan yang sebenarnya. Konsep islam dihadapan hukum Allah hanya ada dua kata, (سمعنا و اطعنا) “Kami mendengar dan kami taat”. Maka disitulah seorang hamba akan beruntung dan selamat.

Tapi yang perlu diperhatikan, mencari tau hikmah dari sebuah hukum untuk menambah ilmu dan keyakinan itu diperbolehkan. Tapi poinnya, jangan sampai karena belum mengetahui hikmah dibalik suatu hukum, kita enggan untuk melaksanakannya.

Allah swt berfirman,

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hanya ucapan orang-orang Mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang- orang yang beruntung.” (QS.an-Nur:51)

Setelah kita meyakini bahwa Islam adalah kebenaran dan Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi manusia, maka tidak layak bagi kita untuk mempertanyakan hukum yang telah ditetapkan oleh-Nya. Tugas kita hanyalah satu, mendengar dan taat !

Semoga kita termasuk orang-orang yang bergegas dalam melaksanakan hukum Allah swt.

Komentar

LEAVE A REPLY