Khazanahalquran.com – Tentu kita sering mendengar janji-janji Allah dalam Al-Qur’an seperti,

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan Menambah (nikmat) kepadamu.” (QS.Ibrahim:7)

إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ

“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan Menolongmu.” (QS.Muhammad:7)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhan-mu Berfirman, ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku Kabulkan bagimu.” (QS.al-Ghofir:60)

 

Dan masih banyak lagi janji-janji Allah dalam ayat Al-Qur’an. Tapi mengapa janji itu tak kunjung datang? Tambahan nikmat belum juga nampak, pertolongan-Nya belum muncul dan doa-doa pun tak kunjung dikabulkan? Dimana janji-janji Allah ini?

Jika kita ingin mempertanyakan janji Allah, maka jawabannya ada dalam ayat berikut ini,

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ

Dan penuhilah janjimu kepada- Ku, niscaya Aku Penuhi janji-Ku kepadamu.” (QS.al-Baqarah:40)

 

Jika janji-janji Allah tak kunjung datang maka periksalah diri kita masing-masing. Apakah kita telah memenuhi janji kita kepada Allah? Apakah kita telah menjalankan janji untuk bertakwa, dengan mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Jika janji Allah tak kunjung datang, maka diri kita adalah penyebabnya. “Dan penuhilah janjimu kepada- Ku, niscaya Aku Penuhi janji-Ku kepadamu.”

Semoga dengan berlalunya bulan Ramadhan tahun ini dapat lebih membekas dalam hati kita, sehingga kita dapat semakin konsisten dalam menjalankan tugas dihadapan Allah swt.

 

Komentar

LEAVE A REPLY