Khazanahalquran.com – Manusia melewati tiga masa dalam hidupnya. Satu masa kekuatan yang diapit oleh dua masa kelemahan. Masa kekuatan itu adalah masa remaja yang diapit oleh masa kecil dan masa tua yang penuh kelemahan. Allah swt berfirman,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً

“Allah-lah yang Menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia Menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia Menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.” (QS.ar-Rum:54)

Namun kali ini kita akan fokus kepada masa tua. Dalam ayat lain Allah menyebut “masa tua” dengan istilah yang menarik dan penuh makna. Allah berfirman,

وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئاً

Dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua, sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. (QS.al-Hajj:5)

Masa tua dalam ayat ini disebut (أَرْذَلِ الْعُمُرِ) yang memiliki arti “masa yang tidak bernilai”. Mengapa disebut tidak bernilai?

Kita akan temukan jawabannya pada penggalan ayat selanjutnya yaitu, “sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya.”

Ya, usia tua disebut dengan “masa yang tidak bernilai” karena disaat itu sebagian manusia mengalami pikun atau lupa dengan sesuatu yang penah ia ketahui. Karena hilangnya pengetahuan itulah maka masa ini tidak berarti dan tak memiliki nilai.

Tapi hal ini tidak berlaku untuk semua orang yang berada pada usia tua. Karena orang-orang usia lanjut yang masih aktif dan senantiasa melakukan kebaikan umurnya masih sangat bernilai. Bahkan mereka tergolong ke dalam sabda nabi Muhammad saw,

خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَ حَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang umurnya panjang dan amalnya baik.”

Maka dapat kita simpulkan bahwa nilai umur manusia bergantung kepada pengetahuan yang ia miliki. Tanpa pengetahuan maka kehidupannya tak bernilai sama sekali. Karena itulah masa terbaik manusia adalah masa yang selalu bergandengan dengan ilmu dan pengetahuan.

Sayyidina Ali bin Abi tholib as berkata,

اَلْجَهْلُ فِي الْإِنْسَانِ أَضَرُّ مِنَ الْأَكِلَةِ فِي الْأَبْدَانِ

“Kebodohan pada diri manusia itu lebih berbahaya dari (makanan yang membawa penyakit) didalam badan.”

Mari kita hiasi kehidupan kita dengan menambah ilmu dan pengetahuan karena keduanya adalah kekayaan manusia yang paling berharga.

Komentar

1 KOMENTAR

  1. Iya tepat sekali, saya sering menjumpai lansia persis seperti yg disabdakan nabi Muhammad saw,

    خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَ حَسُنَ عَمَلُهُ

    “Sebaik-baik kalian adalah yang umurnya panjang dan amalnya baik.”

    Masyaa Allah, wallahu ‘alam

LEAVE A REPLY