pemilik hati

Khazanahalquran.com – Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُور

“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS.Fathir:38)

 

Lebih dari 10 ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan kalimat {إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ} “Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati”.

Secara bahasa, makna sebenarnya dari Dzatis Sudur adalah {pemilik hati}. Kalimat ini adalah perumpamaan yang begitu indah untuk {keyakinan} atau {niat} seseorang.

Bagaimana keyakinan dan niat bisa disebut sebagai “pemilik hati”?

Ketika keyakinan dan niat telah memenuhi hati, keduanya akan mengendalikan dan mengatur hati seorang manusia. Kemana hati menuju tergantung pada keyakinan dan niatnya, karena itulah keduanya disebut sebagai pemilik hati.

Dari makna tersebut, para ulama’menyimpulkan bahwa :

“Manusia adalah pendapat dan pemikirannya bukan bentuk dan tubuhnya.”

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY