Khazanahalquran.com – Perseteruan antara Haq dan Batil telah terjadi sejak manusia pertama diciptakan. Setiap zaman memiliki aktor-aktor yang mewakili Nabi Adam dan Iblis. Seperti Nabi Musa as dan Fir’aun contohnya.

Uniknya, mereka yang berada di pihak batil memiliki logika yang sama. Walau terpaut waktu yang begitu jauh tapi logika mereka tetap se-irama. Kita menyebutnya logika Fir’aun.

Bagaimana logika Fir’aun itu?

Logika Fir’aun adalah logika memutar balik fakta. Yang benar dibilang salah, yang sesat disebut benar.

Seperti dikutip dalam Al-Qur’an,

وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ

“dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. (QS.Ghafir:29)

Dan dia menuduh Musa sebagai pembawa kesesatan

إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ

“sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”. (QS.Ghafir:26)

Mari kita lebih jeli dalam berlogika. Semoga kita tidak termakan oleh logika para pengikut fir’aun

Komentar

LEAVE A REPLY