Khazanahalquran.com – Roda kehidupan terus berputar. Ada yang tertawa, ada pula yang menangis. Ada yang tidur karena kekenyangan, ada yang susah tidur karena kelaparan. Ada yang bahagia berlibur bersama keluarga, ada yang keluarga saja tak punya.

Roda kehidupan selalu berputar.Tawa tak kan bertahan lama karena akan segera disusul dengan tangis. Semua manusia berjalan dalam gurun yang terjal untuk kembali pada tempat asalnya. Untuk menyambut kematian sebagai pintu rumah abadinya. Hidup emang tak mudah, tapi waktu harus tetap berjalan.

Karenanya, kita harus memiliki senjata ketika melewati hutan belantara ini. Dalam kehidupan banyak rintangan duri beracun, banyak binatang buas yang mematikan. Jika kita tak mempersenjatai diri, maka kehancuran kita akan semakin dekat.

Senjata terbaik dalam hidup adalah kesabaran. Seorang tidak akan sukses di dunia tanpa memiliki kesabaran. Apalagi akhirat, jalannya begitu sulit jika kita tidak melindungi diri dengan sabar.

Sabar memang hal yang mudah diucap namun sulit dilakukan. Tapi jangan pernah meremehkan kesabaran karena sabar adalah pangkal keimanan. Rasulullah bersabda,

“Kedudukan sabar atas iman adalah seperti kepala atas tubuh. Tidak ada tubuh yang tidak berkepala, begitupula tiada iman tanpa kesabaran.”

Hidup tak pernah lepas dari dua kondisi. Yaitu kondisi disaat kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan kondisi disaat kita harus menerima kepahitan hidup karena tidak memperoleh apa yang kita inginkan.

Keduanya butuh pada kesabaran. Seorang yang kecewa karena harapannya tidak terwujud, harus bersabar dan terus berusaha. Dan orang yang harapannya telah tercapai dan mampu membeli semua yang ia inginkan juga perlu bersabar. Mengapa? Karena biasanya, manusia akan lupa daratan ketika keinginannya telah terpenuhi. Dia akan hanyut dalam kenikmatan hingga melakukan hal yang melampaui batas.

Jangan pernah menganggap bahwa cobaan hanya menimpa orang miskin, orang sakit atau orang yang tertimpa musibah. Ketahuilah bahwa seorang yang bergelimang harta, bertubuh sehat dan jarang tertimpa musibah itu sedang diuji dengan nikmat Allah swt. Dan ujian berupa musibah lebih ringan daripada ujian dengan kenikmatan. Karena kenikmatan membuat dia lupa kepada Sang Pemberi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ-٩-

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.”
(Al-Munafiqun 9)

Kesabaran bukan hal mudah. Karenanya pemimpin harus memiliki kesabaran yang lebih. Begitulah ketika Allah menceritakan para nabi yang menyampaikan wahyu Allah swt. Mereka dijadikan pemimpin karena kesabaran mereka.

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا-٢٤-

“Dan Kami Jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar.”
(As-Sajdah 24)

Begitupula Bani Israil mendapat kemuliaan dari Allah ketika mereka bersabar.

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُواْ-١٣٧-

“Dan telah sempurnalah firman Tuhan-mu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.”
(Al-A’raf 137)

 

Bahkan pahala kesabaran itu lebih besar dari amal yang kita lakukan.

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ -٩٦-

“Dan Kami pasti akan Memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(An-Nahl 96)

Imam Ali bin Abi tholib pernah berpesan,

“Sabar itu seperti Jadam. Pahit rasanya namun akibatnya lebih manis dari madu”

Jangan heran jika Allah menjanjikan pahala yang berlipat kepada orang-orang yang sabar. Bahkan pahala kesabaran itu lebih baik dari amal yang telah mereka lakukan.

أُوْلَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا-٥٤-

“Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka.”
(AL-Qashas 54)

Dan pada puncaknya, tiada batasan lagi untuk pahala yang akan didapatkan oleh orang-orang yang bersabar.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ -١٠-

“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(Az-Zumar 10)

Rasulullah saw pernah bercerita bahwa di padang Mahsyar telah dipersiapkan pos-pos pertanyaan dan timbangan amal. Semua amalan akan ditimbang dan dimintai pertanggung jawaban. Namun bagi orang-orang yang bersabar dan tabah dalam menghadapi musibah, mereka tidak perlu melewati pos-pos itu. Karena pahala yang mereka miliki tak terbatas lagi.

 

 

Sabar Kunci Kesuksesan

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ -١٥٣-

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Al-Baqarah 153)

Allah swt mengajari kita untuk memohon pertolongan dengan sabar dan solat. Karena keduanya adalah kunci kebahagiaan dalam hidup. Mengapa? Karena dengan kita bersabar menerima ketentuan Allah, maka hati ini akan tenang dan tidak ada tempat untuk kegelisahan. Bukan hanya itu, Allah menjamin akan selalu bersama orang-orang yang sabar.

وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ -٢٤٩-

“Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Al-Baqarah 249)

إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ -٤٦-

“Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.”
(Al-Anfal 46)

Beberapa kali Allah swt mengulangi penekanan bahwa Dia selalu bersama orang yang sabar. Kata-kata ini terlihat ringan, namun sebenarnya janji Allah ini cukup sebagai kunci untuk menghadapi semua kesulitan hidup. Adakah kesulitan yang membuat hati gelisah jika Allah bersama kita? Akankah kita masih khawatir dengan rezeki Allah? Apakah kita akan gentar ketika musuh menebar ancaman untuk kita, sementara disamping kita selalu ada Allah yang menyertai?

Allah menjamin bantuan-Nya bagi mereka yang bersabar. Ingatkah kita tentang kisah perang badar. Pasukan muslim yang amat sedikit dengan senjata yang ala kadarnya harus menghadapi pasukan musuh yang banyak dengan persenjataan lengkap. Namun saat itu Allah turunkan bantuannya dengan ribuan malaikat untuk membantu kaum muslimin. Kapan bantuan itu datang? Ketika mereka bersabar atas apa yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya.

بَلَى إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ -١٢٥-

“Ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba -tiba, niscaya Allah Menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.”

(Ali Imran 125)

Bagaimanakah Orang yang Sabar itu?

 

Ketika telah sampai dipintu surga, Allah dan para malaikatnya akan menyambut orang-orang yang sabar dengan salam yang indah.

سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ -٢٤-

“Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.
(Ar-Ro’d 24)

Dengan singkat, Allah memberi tanda-tanda orang yang sabar dalam firman-Nya,

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ -١٥٦-

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguh-nya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali).
(Al-Baqarah 156)

Kata-kata ini adalah kalimat orang yang pasrah bahwa dia dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Mungkin banyak orang yang dengan cepat mengucapkan kalimat ini saat tertimpa musibah. Namun tak cukup dengan lisan. Ayat ini perlu diresapi dan menjadi kesadaran hati. Percuma jika mengucapkan inna lillah namun masih menyalahkan sana sini dan tidak terima dengan apa yang terjadi.

Jika kalimat ini terucap di lisan dan tertanam di hati maka nantilah janji-janji Allah bagi orang yang sabar. Dia telah menyiapkan bermacam hadiah bagi orang yang pasrah terhadap ketentuan-Nya. Allah berfirman,

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ -١٥٧-

“Mereka itulah yang memperoleh solawat dan rahmat dari Tuhan-nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(Al-Baqarah 157)

Jika seseorang telah mendapat solawat dari Allah maka bersiaplah untuk mendapat banyak permberian dari-Nya. Dan yang terpenting dari semua pemberian itu adalah pemberian Allah yang menyelamatkan dia dari kegelapan menuju cahaya. Karena saat seorang tidak sabar, dia bukan hanya tersiksa karena musibah. Namun setan juga akan menggeretnya kepada hal yang lebih buruk dari musibah itu sendiri.

Seorang yang sabar juga dikelilingi oleh rahmat dan kasih sayang Allah swt. Dan yang terpenting, dia akan selalu mendapat petunjuk dari-Nya. Karena satu detik saja kita lepas dari petunjuk dan bimbingan-Nya maka kehancuran akan segera datang.

Rahasia kemuliaan orang yang bersabar adalah karena dia terus dalam inayah dan perlindungan Allah. Bukankah Allah berfirman,

مَن يُضْلِلِ اللّهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ -١٨٦-

“Barangsiapa Dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah Membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.”
(Al-A’raf 186)

Jika Allah tidak lagi memberikan petunjuk maka hidupnya akan dipenuhi dengan kegelapan dan terombang-ambing dalam lubang kesesatan.

Dalam bagian selanjutnya kita akan bertanya tentang apa saja bentuk kesabaran itu?

Bagaimana Rasulullah dan keluarganya mencontohkan tentang kesabaran?

Nantikan kelanjutannya di Kuncinya Cuma Sabar ! (Bag 2)

Komentar

LEAVE A REPLY