Khazanahalquran.com – Tanpa cinta, orang tua tidak akan mau memikul beban yang sangat berat untuk menjaga dan mendidik anaknya selama bertaun-taun. Kecintaan itu membuat mereka bertahan dan bersabar untuk menghadapi segala kesulitan dan masalah hingga anaknya tumbuh dewasa.

Begitulah kecintaan para nabi kepada umatnya. Tanpa rasa cinta yang begitu mendalam, tidak mungkin seseorang rela memikul beban dan tanggung jawab yang berat untuk membimbing dan mengajak manusia ke jalan yang benar. Bahkan mereka rela mengorbankan dirinya kedalam situasi yang penuh dengan ancaman dan bahaya demi selamatnya umat dari kesesatan.

Lihatlah Nabi Nuh as ! Beliau berdakwah selama 950 tahun dan harus menghadapi tantangan, rintangan bahkan ancaman demi tersampainya risalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dari waktu yang begitu panjang itu hanya segelintir orang yang mau beriman. Disebutkan bahwa pengikut beliau tak lebih dari 80 orang. Jika dihitung-hitung, beliau menghabiskan waktu 12 tahun untuk bisa mengajak satu orang untuk beriman kepada Allah.

Kemudian kita akan menengok ayat-ayat Al-Qur’an yang menguatkan hal ini, Nabi Hud as berkata

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّى وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ

Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhan-ku dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya kepada kamu. (QS.al-A’raf:68)

 

Nabi Hud menyebut dirinya (نَاصِحٌ) yang memiliki arti pemberi nasihat. Penggunaan kata ini menunjukkan bahwa beliau mempunyai keinginan dan harapan yang besar untuk mengajak manusia ke jalan keselamatan. Bukan hanya menyampaikan dakwah saja, tapi dalam hati beliau ada kecintaan yang besar kepada umatnya.

Dalam ayat lain yang berkaitan dengan Rasulullah saw, kita akan melihat kecintaan yang luar biasa kepada umatnya. Allah berfirman,

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى‏ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفاً

“Maka bisa saja engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (al-Quran).” (QS.al-Kahfi:6)

Dalam ayat lain Allah berfirman,

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

“Bisa jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.(QS.asy-Syuara’:3)

Coba bayangkan, begitu besar kecintaan Rasulullah saw kepada umatnya hingga Allah menegur beliau untuk tidak terlalu bersedih dengan umatnya yang tidak mau beriman. Bahkan dalam ayat ini disebutkan bahwa kesedihan beliau begitu dalam hingga dapat membahayakan diri beliau sendiri.

Begitu besar kecintaan para nabi kepada umatnya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dibangkitkan bersama para nabi dan dekat dengan mereka kelak di surga.

 

 

Komentar

1 KOMENTAR

  1. Aamiin… 👍
    Kecintaan yg dilandasi krn harapan mencari ridha Allah memang luar biasa!!
    Mengalahkan lebih dari sekedar alasan2 duniawi.

    Semoga mampu meneladani Rasulullah saw juga orang2 saleh dr para pendahulu…

    Syukran utk tulisan2 nya yg selalu penuh makna dan menginspirasi…

LEAVE A REPLY