Khazanahalquran.com – Mendapat hidayah dengan menjadi seorang muslim adalah anugerah yang amat besar dari Allah swt. Di awal-awal kemunculan Islam, ada orang-orang yang membanggakan diri dihadapan Allah dengan keislaman mereka. Mereka merasa berjasa karena telah memilih islam. Namun dengan tegas Allah mengingatkan bahwa hidayah Islam adalah anugerah dan pemberian Allah swt,

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُل لَّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang Melimpahkan nikmat kepadamu dengan Menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.” (QS.al-Hujurat:17)

 

Menjadi muslim adalah nikmat dan anugerah, namun tugas kita adalah menjaga diri untuk tetap menjadi muslim sampai akhir hayat. Jangan sampai kita telah menerima hidayah Islam tapi mati tidak dalam keadaan muslim.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.Ali Imran:102)

 

Datangnya ajal bukan ditangan kita, namun Allah selalu berpesan untuk jangan mati kecuali dalam keadaan muslim. Karena kita tidak pernah tau kapan kematian itu akan datang, maka jangan pernah keluar dari garis Islam. Jangan pernah terlepas dari naungan Islam karena kematian bisa datang kapan saja.

Pesan untuk menjaga keislaman hingga akhir hayat itu begitu penting, hingga wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub as kepada putra-putranya adalah agar mereka tidak mati kecuali dalam keadaan muslim.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya‘qub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah Memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS.al-Baqarah:132)

 

Begitupula Nabi Yusuf as. Disaat beliau berada dipuncak kekuasaan negeri Mesir, permintaan terakhirnya kepada Allah adalah agar dirinya tidak mati kecuali dalam keadaan muslim.

تَوَفَّنِي مُسْلِماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

“Wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (QS.Yusuf:101)

Ketika tukang sihir Fira’un dikalahkan oleh Nabi Musa as, mereka langsung beriman kepada Nabi Musa dan tidak memperdulikan ancaman Fir’aun yang akan menyiksa mereka. Doa mereka hanyalah berharap untuk menjadi muslim hingga akhir hayat.

وَمَا تَنقِمُ مِنَّا إِلاَّ أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءتْنَا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan Muslim (berserah diri kepada-Mu).” (QS.al-A’raf:126)

Semua kisah diatas dimulai dari wasiat Nabi Ibrahim dan Ya’qub as kepada putranya, doa Nabi Yusuf dan doa para penyihir Fir’aun mengajarkan kepada kita untuk tidak mati kecuali dalam keadaan muslim.

Maka marilah kita selalu menjaga islam kita dengan mengikuti ketentuan Allah swt. Karena kematian sewaktu-waktu akan datang tanpa kita duga.

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY