Istiqomah dalam Menyuarakan Keadilan

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus?” ( QS.An-Nahl:76)

Ayat ini ingin menjelaskan bahwa menyeru pada keadilan dan jalan yang lurus adalah salah satu sifat dari orang-orang yang bertauhid. Karena dua hal ini adalah syarat utama untuk mengantarkan masyarakat muslim pada kebahagiaan. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang netral, tidak berpihak ke timur ataupun barat. Tidak diperalat oleh kepentingan dan politik sehingga benar-benar berjalan sesuai dengan keadilan.

Dan poin yang tak kalah pentingnya dari ayat ini adalah seruan atau dakwah untuk menerapkan keadilan di masyarakat tidak bisa dilakukan sekali dua kali saja. Namun kita harus istiqomah dan terus menyuarakan keadilan tanpa kenal lelah.

Sesuai dengan seruan Al-Qur’an yang menggunakan fi’il mudhori’ pada kalimat يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ (menyeru kepada keadilan) yang menunjukkan bahwa upaya ini tidak boleh terputus dan suara keadilan harus selalu dikumandangkan.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY