Islam Tidak Fokus dengan Banyak Sedikitnya Perbuatan !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ – اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.

(Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS.At-Taubah:79)

Bentuk dari sebuah perbuatan lebih penting daripada jumlahnya. Islam tidak pernah fokus dengan jumlah atau banyaknya perbuatan, tapi yang jauh lebih penting adalah bentuk dan kualitas dari perbuatan tersebut. Ketulusan hati juga menjadi poin khusus dari nilai sebuah perbuatan.

Ayat diatas menceritakan bagaimana Al-Qur’an memuji seseorang yang pekerjaannya adalah menyediakan air hingga pagi hari dengan hati yang penuh cinta kepada Allah swt. Ketika mendengar ayat tentang sedekah, ia ingin sekali bersedekah. Namun karena penghasilannya yang pas-pasan, ia hanya mampu menyediakan satu mangkuk kurma dan memberikannya kepada pasukan kaum muslimin.

Disisi lain ada kelompok orang-orang munafik yang diancam oleh Allah karena suka menghina dan meremehkan perbuatan yang tampak kecil ini. Padahal sebenarnya ini sungguh besar di mata Allah. Karena Allah tidak melihat pada besar kecilnya, atau banyak sedikitnya, tapi Allah melihat pada kualitas perbuatan dan ketulusan hati pelakunya.

Ayat ini memberi pelajaran lain kepada kita, bahwa seorang muslim harus punya kepekaan terhadap kondisi umat disekitarnya. Tidak perlu menunggu orang-orang kuat atau orang-orang kaya turun tangan untuk menyelesaikan masalah. Tapi siapapun harus berbuat untuk menjaga Islam dan kaum muslimin dengan kemampuan yang ia miliki.
Intinya setiap muslim harus berbuat sesuai dengan kemampuan yang ia miliki. Dan jangan pernah sibuk dengan ukuran atau jumlah yang mampu ia berikan. Karena tolok ukurnya bukan  sedikit atau banyak, tapi bagaimana perhatian kita pada sebuah tanggung jawab dan keikhlasan kita dalam berbuat.

Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apa yang paling afdhol?”

Beliau menjawab, “Sedekahnya orang yang hanya memiliki sedikit (untuk disedekahkan).”

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY